Warga Desa Geger Khawatir Longsor Susulan
Danang Sumirat23/11/2009 17:10
Liputan6.com, Tulungagung: Rumah milik Yusak Wakini di Dusun Jabung, Desa Geger, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Senin (23/11), masih porak-poranda. Kemarin malam, rumah Yusak tertimbun longsor dan menewaskan istri serta anaknya [baca: Longsor Timbun Rumah, Dua Warga Tewas].
Sejumlah warga yang bersimpati membantu membersihkan tanah dan mengais sisa-sisa barang yang mungkin bisa digunakan lagi. Sementara itu, kondisi Wakini yang berhasil diselamatkan warga saat longsor terjadi kini berangsur membaik meski kedua kakinya masih sulit digerakkan.
Pascalongsor, warga yang tinggal di kaki Gunung Wilis mengaku masih trauma dan khawatir terjadi longsor susulan. Meski begitu, Bupati Tulungagung Heru Cahyono memastikan tak akan merelokasi warga yang berada di daerah rawan longsor ini. Padahal, di daerah ini masih ada beberapa rumah yang juga nyaris terbawa longsoran tanah.
Salah satunya rumah milik Katemin yang nyaris ambruk terbawa longsoran tanah ke jurang sedalam 25 meter. Kondisi tanah di atas bangunan rumahnya pun kini sudah merekah selebar lebih dari 20 sentimeter dengan panjang hingga 10 meter. Kendati khawatir longsor akan menghancurkan rumahnya, Katemin tetap bertahan karena janji Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang akan merelokasi warga belum jelas.(IAN/ANS)
Sejumlah warga yang bersimpati membantu membersihkan tanah dan mengais sisa-sisa barang yang mungkin bisa digunakan lagi. Sementara itu, kondisi Wakini yang berhasil diselamatkan warga saat longsor terjadi kini berangsur membaik meski kedua kakinya masih sulit digerakkan.
Pascalongsor, warga yang tinggal di kaki Gunung Wilis mengaku masih trauma dan khawatir terjadi longsor susulan. Meski begitu, Bupati Tulungagung Heru Cahyono memastikan tak akan merelokasi warga yang berada di daerah rawan longsor ini. Padahal, di daerah ini masih ada beberapa rumah yang juga nyaris terbawa longsoran tanah.
Salah satunya rumah milik Katemin yang nyaris ambruk terbawa longsoran tanah ke jurang sedalam 25 meter. Kondisi tanah di atas bangunan rumahnya pun kini sudah merekah selebar lebih dari 20 sentimeter dengan panjang hingga 10 meter. Kendati khawatir longsor akan menghancurkan rumahnya, Katemin tetap bertahan karena janji Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang akan merelokasi warga belum jelas.(IAN/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
