Nakhoda: Kapal Karam Akibat Hantaman Gelombang
Aloysius Aran23/11/2009 16:37
Liputan6.com, Tanjung Balai Karimun: Jon Napitupulu, nakhoda Kapal Dumai Ekspres 10, mengaku kapal tenggelam karena haluan bagian kiri robek akibat dihantam gelombang dan angin kencang. Ia juga menyatakan jalur yang dilalui kapal nahas itu sudah benar karena sering mereka melewati jalur tersebut. Demikian dikatakan Jon di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Senin (23/11).
Jon menambahkan, jumlah penumpang yang di manifes 254 orang. Jumlah ini berbeda dengan data yang tercatat di Syahbandar, 213 orang. Diduga, jumlah penumpang kapal lebih dari itu lantaran diperkirakan masih ada sekitar 21 orang yang belum ditemukan. Hingga berita ini disusun, jumlah korban tewas dalam peristiwa tenggelamnya kapal Dumai Ekspres 10 sebanyak 30 orang. Sementara yang sudah dievakuasi 254 penumpang, terdiri 153 laki-laki dan 101 perempuan.
Hingga kini, upaya pencarian korban terus dilakukan tim pencari dan penyelamat (SAR). Letnan Kolonel (Laut) Edwin selaku Ketua tim SAR mengatakan telah mengerahkan empat kapal perang (KRI), dua kapal patroli (Patkamla), serta satu helikopter untuk mencari korban. Pencarian korban juga diupayakan Direktorat Polair Polda Kepulauan Riau, dan Bea Cukai [baca: Pencarian Korban Dumai Ekspres Dilanjutkan].
Selain itu, menurut Edwin, pihaknya juga berkoordinasi dengan kapal-kapal asing yang melewati perairan internasional agar bisa memberikan kabar jika menemukan korban yang terbawa arus. Hari ini, seluruh feri jurusan antarpulau dari Batam ke Tanjung Balai Karimun, Selat Panjang, dan Dumai, Riau dihentikan peroperasiannya karena cuaca buruk sampai waktu yang belum ditentukan.(BOG/ANS)
Jon menambahkan, jumlah penumpang yang di manifes 254 orang. Jumlah ini berbeda dengan data yang tercatat di Syahbandar, 213 orang. Diduga, jumlah penumpang kapal lebih dari itu lantaran diperkirakan masih ada sekitar 21 orang yang belum ditemukan. Hingga berita ini disusun, jumlah korban tewas dalam peristiwa tenggelamnya kapal Dumai Ekspres 10 sebanyak 30 orang. Sementara yang sudah dievakuasi 254 penumpang, terdiri 153 laki-laki dan 101 perempuan.
Hingga kini, upaya pencarian korban terus dilakukan tim pencari dan penyelamat (SAR). Letnan Kolonel (Laut) Edwin selaku Ketua tim SAR mengatakan telah mengerahkan empat kapal perang (KRI), dua kapal patroli (Patkamla), serta satu helikopter untuk mencari korban. Pencarian korban juga diupayakan Direktorat Polair Polda Kepulauan Riau, dan Bea Cukai [baca: Pencarian Korban Dumai Ekspres Dilanjutkan].
Selain itu, menurut Edwin, pihaknya juga berkoordinasi dengan kapal-kapal asing yang melewati perairan internasional agar bisa memberikan kabar jika menemukan korban yang terbawa arus. Hari ini, seluruh feri jurusan antarpulau dari Batam ke Tanjung Balai Karimun, Selat Panjang, dan Dumai, Riau dihentikan peroperasiannya karena cuaca buruk sampai waktu yang belum ditentukan.(BOG/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi

