Unjuk Rasa Kasus Korupsi Nyaris Ricuh
Dharma Setiawan23/11/2009 15:10
Liputan6.com, Asahan: Unjuk rasa Kesatuan Aksi Mahasiswa Peduli Idealis (Kampus) di kantor dinas Badan Pengelolaan Kekayaan dan Keuangan Daerah (BPKKD), Kabupaten Asahan, Sumatra Utara, Senin (23/11), nyaris ricuh. Aksi dorong pagar terjadi karena niat pengunjuk rasa mensweeping kantor dihalangi petugas satuan polisi pamong praja. Ini dilakukan lantaran tak ada satu pun pejabat terkait yang menemui mereka setelah berorasi hampir satu jam. Namun setelah berdialog dengan aparat keamanan, massa akhirnya diizinkan.
Pengunjuk rasa menuntut pengusutan tuntas kasus dugaan korupsi lebih dari Rp 5 miliar terkait empat proyek di Dinas Keuangan Daerah Asahan. Mereka menduga dana anggaran itu fiktif karena tidak ada dalam tender. Selain itu, massa juga mendesak Bupati Asahan H. Risuddin, Kepala BPKKD Suwardi, dan Kepala Dinas Kimpraswil Syafaruddin Nasution yang diduga terlibat dalam kasus ini segera dicopot dari jabatannya.(BOG)
Pengunjuk rasa menuntut pengusutan tuntas kasus dugaan korupsi lebih dari Rp 5 miliar terkait empat proyek di Dinas Keuangan Daerah Asahan. Mereka menduga dana anggaran itu fiktif karena tidak ada dalam tender. Selain itu, massa juga mendesak Bupati Asahan H. Risuddin, Kepala BPKKD Suwardi, dan Kepala Dinas Kimpraswil Syafaruddin Nasution yang diduga terlibat dalam kasus ini segera dicopot dari jabatannya.(BOG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
