Pengamat: Harus Ditelusuri Siapa yang Bertanggung Jawab
Tim Liputan 6 SCTV23/11/2009 12:38
Liputan6.com, Jakarta: Pengamat ekonomi, Hendri Saparini, meminta DPR harus segera melanjutkan hak angket kasus pencarian dana talangan atau bailout Rp 6,7 triliun kepada Bank Century. Sebab, berdasarkan laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), jelas terlihat adanya penyalahgunaan wewenang dalam pemberian dana talangan itu.
"Harus ditelusuri siapa yang bertanggung jawab," kata Saparini di Jakarta, Senin (23/11). "Harus ada konsekuensinya."
Sementara Indonesia Corruption Watch (ICW) menyesalkan penyerahan hasil audit BPK hari ini kepada DPR yang tidak disertai laporan aliran lalu lintas dana Rp 6,7 triliun. Namun, BPK berdalih, aliran dana hanya mungkin diketahui jika mereka bisa meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK untuk memberikan informasi. Sedangkan PPATK menyatakan pemberian informasi itu tak ada dasar hukumnya [baca: Tak Ada Aliran Dana di Audit Bank Century]. Selengkapnya, simak video berita ini.(BOG)
"Harus ditelusuri siapa yang bertanggung jawab," kata Saparini di Jakarta, Senin (23/11). "Harus ada konsekuensinya."
Sementara Indonesia Corruption Watch (ICW) menyesalkan penyerahan hasil audit BPK hari ini kepada DPR yang tidak disertai laporan aliran lalu lintas dana Rp 6,7 triliun. Namun, BPK berdalih, aliran dana hanya mungkin diketahui jika mereka bisa meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK untuk memberikan informasi. Sedangkan PPATK menyatakan pemberian informasi itu tak ada dasar hukumnya [baca: Tak Ada Aliran Dana di Audit Bank Century]. Selengkapnya, simak video berita ini.(BOG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
