Gempa Lima SR Guncang Maluku
Ahmad Salman22/11/2009 22:55
Liputan6.com, Ambon: Gempa tektonik berkekuatan lima skala Richter (SR) menguncang daerah Wahai, Pulau Seram, Maluku, Ahad (22/11) sekitar pukul 21.26 WIT. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maluku mencatat pusat gempa berada pada posisi 2.8 Lintang Selatan - 129.67 Bujur Timur. Gempa berjarak 21,1 kilometer timur Kota Wahai, 97.6 km barat laut Bula--ibu kota Kabupaten Seram Bagian Timur, atau 190 timur laut Kota Ambon, dengan kedalaman 10 km di bawah laut.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Ambon Irwan Slamet mengatakan, gempa tak menimbulkan tsunami maupun kerusakan. Hanya saja, warga tetap diimbau mewaspadai kemungkinan guncangan susulan karena tak bisa dideteksi peristiwanya. "Kami intensif melakukan pemantauan guna mengantisipasi getaran susulan karena daerah pulau Seram merupakan daerah rawan guncangan gempa," ujar Irwan seperti diberitakan ANTARA.
Irwan menjelaskan, gempa diduga kuat terjadi akibat adanya pertemuan empat lempengan bumi yang saling berimpitan. "Yakni lempeng Hindia atau Indoaustralia dengan lempengan Euroasia atau lempeng Pasifik," ucap Irwan.
Ditambahkan Irwan, selain daerah utara Pulau Seram, Kota Saumlaki yang terletak di Pulau Yamdena, Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan Laut Banda biasanya menjadi tempat pertemuan lempengan bumi yang saling menekan. Dengan demikian, lokasi ini menjadi tempat tercatat paling aktif dilanda guncangan gempa tektonik.
Lebih jauh dijelaskan, lempeng Pasifik bergerak ke arah barat, lempeng Hindia bergerak ke arah utara, kemudian lempeng Asia ke arah selatan. Maka, terjadilah pertemuan di kawasan Laut Banda sampai ke perairan Maluku Tenggara.
Pada 24 Oktober silam, BMKG Maluku menginformasikan gempa cukup besar berkekuatan 7,3 SR terjadi di Maluku Tenggara Barat dan Maluku Barat Daya. Tepatnya, berjarak 209 kilometer Barat Laut Saumlaki dengan kedalamam 165 km pada posisi 6.23 LS-130.60 BT.(AIS/ANS)
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Ambon Irwan Slamet mengatakan, gempa tak menimbulkan tsunami maupun kerusakan. Hanya saja, warga tetap diimbau mewaspadai kemungkinan guncangan susulan karena tak bisa dideteksi peristiwanya. "Kami intensif melakukan pemantauan guna mengantisipasi getaran susulan karena daerah pulau Seram merupakan daerah rawan guncangan gempa," ujar Irwan seperti diberitakan ANTARA.
Irwan menjelaskan, gempa diduga kuat terjadi akibat adanya pertemuan empat lempengan bumi yang saling berimpitan. "Yakni lempeng Hindia atau Indoaustralia dengan lempengan Euroasia atau lempeng Pasifik," ucap Irwan.
Ditambahkan Irwan, selain daerah utara Pulau Seram, Kota Saumlaki yang terletak di Pulau Yamdena, Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan Laut Banda biasanya menjadi tempat pertemuan lempengan bumi yang saling menekan. Dengan demikian, lokasi ini menjadi tempat tercatat paling aktif dilanda guncangan gempa tektonik.
Lebih jauh dijelaskan, lempeng Pasifik bergerak ke arah barat, lempeng Hindia bergerak ke arah utara, kemudian lempeng Asia ke arah selatan. Maka, terjadilah pertemuan di kawasan Laut Banda sampai ke perairan Maluku Tenggara.
Pada 24 Oktober silam, BMKG Maluku menginformasikan gempa cukup besar berkekuatan 7,3 SR terjadi di Maluku Tenggara Barat dan Maluku Barat Daya. Tepatnya, berjarak 209 kilometer Barat Laut Saumlaki dengan kedalamam 165 km pada posisi 6.23 LS-130.60 BT.(AIS/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
