Curi Tiga Buah Kakao, Nenek Divonis Satu Bulan  

Mardianto
20/11/2009 07:21
Liputan6.com, Purwokerto: Seorang nenek, warga Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (19/11) jadi pesakitan di persidangan di Pengadilan Negeri Purwokerto, Jateng. Minah didakwa mencuri tiga buah kakao atau coklat di perkebunan milik perusahaan PT Rumpun Sari Antan. Ia mengambil buah kakao rencananya untuk benih.

Tanpa didampingi penasihat hukum, Minah harus menjawab semua pertanyaan majelis hakim. Akhirnya majelis hakim menjatuhkan hukuman satu bulan dengan masa percobaan tiga bulan tanpa harus menjalani kurungan tahanan. Simak selengkapnya di video berita ini.(IAN)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 15 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
vxxx | zemok_pixxx@yaxxx.co| 2011-01-11 17:03:18
seharusnya jd manusia tu hrus saling tolong mneolong 5 buah coklat diambil tu g bkal ngurangin rejeki anda2 smua wahai manusia tuhan aja g pelit sma kita knp kt harus pelit sma ciptaan tuhan
LATIF ......................xxx | bookmxxx@xxx.| 2010-02-13 21:33:01
E..gawe ngulur nyowo yo mbah malah d walek,y sing nrimo wae mbah,jenengan dedongo karo ALLOH S.W.T gen kewales sing or reti wales aseh karo jenengan, tp donyo orano wong sing srakah opowae ora seru/orano wong doso OK?
herlina....xxx | bookmxxx@xxx.| 2010-02-13 21:13:41
Astowirwoh al,azim donyo koc isine sing wong ra due banjur gawe kalah2an yo...lha sing korup..milyatan koc or d hukum gantung,dadi hukum,e seja2r karo wong ra due yoto le..........................
ANDxxx | bookmxxx@xxx.| 2010-02-13 20:41:55
y..terus2 dosa mu karo wong cilek/wong ora duwe ak bersumpah koe sedelok meneh ono balesane sing luweh kejem seko kui le..
ANDxxx | bookmxxx@xxx.| 2010-02-13 20:37:50
y..terus2no dosa mu karo wong cilek/wong ora duwe ak bersumpah koe sedelok meneh ono balesane sing luweh kejem seko kui le..
pak xxx | abutrixxx@yaxxx.com| 2009-12-02 07:17:01
biasa saja...namanya salah harus diberi sanksi..karena dia mukallaf sudah terbebani dosa..tpi jangan berlebihan..wong nantinya diakhirat juga akan dihukum
Levi setiabxxx | levi_hikarxxx@yaxxx.com| 2009-12-02 03:28:38
Tak heran indo banyak mendapatkan bencana,, tunggu BENCANA AKAN DATANG KEMBALI .Sabar Nek Allah SWT akan memperlihatkan pada Mandor yang sok Muka ....
axxx | aruminingsxxx@yaxxx.com| 2009-12-01 14:55:48
ada yang mencuri karena serakah, ada yang mencuri karena miskin. justru negara yang salah, kenapa bisa banyak penduduknya miskin. miris, negara rusak, sampai2 ada rakyatnya yang harus mencuri kakao untuk bertahan hidup!
abang toxxx | esalcaemjanuarfaixxx@xxx.yahoo| 2009-11-30 00:54:29
sudah menjadi turun temurun hukum di ind begini siapa kuat dia yg diatas....
xxx | ramayoxxx@gmxxx.com| 2009-11-26 03:39:32
Cuma 3 biji aja dihukum 1,5 bulan. Yang korupsi ratusan juta ga dihukum sebanyak itu....!!!
xxx | takeru.pexxx@gmxxx.com| 2009-11-25 23:39:00
sabar saja nek... peradilan di d
heri nugrxxx | nGGotxxx@yaxxx.com| 2009-11-25 20:59:17
INALILLAHI WAINNA ILLAIHI ROJ'UN,,,cuma gara2 barang segitu??? apa ga punya perasaan sedikitpun "ORANG2" itu?? apa dah mati perasaan mereka?? apa mereka yang memenjarakan nenek itu pantas di sebut "MANUSIA"????
anxxx | antondixxx@yaxxx.com| 2009-11-25 11:17:07
Inilah hukum di ind,berlaku hukum rimba, siapa yang kuat dia yg menang.rakyat kecil ky nenek ini ngga bisa nyogok alhasil dihukum, kalo koruptor kan bisa nyogok,uang berkuasa di ind.menyedihkan sekali.
safitri..xxx | triyxxx@yaxxx.com| 2009-11-25 06:23:42
Allahu Robbi.....kok hukum kita seperti ini?
xxx | xxx@Tamxxx.net| 2009-11-23 07:21:37
Ironis.. Kalau aku yang jadi pemilik perusahaannya, ku berikan saja kakaonya, dan ku pekerjakan neneknya.. ( Mari kita bantu fakir miskin di sekeliling kita, agar kasus seperti ini tidak lagi terjadi ).

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler