Mahasiswa Ambon Tolak Rencana Kedatangan Presiden
Juhri Samanery19/11/2009 22:53
Liputan6.com, Ambon: Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat Maluku (Ampera) menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Maluku, Kamis (19/11). Aksi ini berlangsung untuk menolak rencana kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Ambon pada 25 November mendatang untuk meresmikan Tugu Perdamaian Dunia.
Aksi penolakan tersebut sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan SBY-Boediono yang dianggap melecehkan rakyat Maluku karena hanya memberikan jatah wakil menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid dua. Mahasiswa menganggap pemberian jatah wakil menteri, pertanda pemerintah pusat tidak menghargai rakyat Maluku yang cukup berjasa dalam memerdekakan Republik Indonesia.
Selain itu, mahasiswa menilai proyek perdamaian dunia ini banyak mendatangkan efek negatif. Seperti penggusuran ribuan pedagang kaki lima oleh pemerintah daerah, dengan alasan pembersihan wilayah areal yang akan dilewati oleh rombongan Presiden SBY.
Karena tidak berhasil menemui Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, pendemo kemudian marah dan membakar poster di depan kantor gubernur. Pengunjuk rasa juga berupaya memboikot proyek pembangunan gong perdamaian dunia yang ada di pusat kota, tapi dihalau oleh sejumlah polisi pamong praja. Massa kemudian membubarkan diri, namun mengancam akan kembali berdemonstrasi dengan mengerahkan massa yang lebih besar lagi.(TES/ANS)
Aksi penolakan tersebut sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan SBY-Boediono yang dianggap melecehkan rakyat Maluku karena hanya memberikan jatah wakil menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid dua. Mahasiswa menganggap pemberian jatah wakil menteri, pertanda pemerintah pusat tidak menghargai rakyat Maluku yang cukup berjasa dalam memerdekakan Republik Indonesia.
Selain itu, mahasiswa menilai proyek perdamaian dunia ini banyak mendatangkan efek negatif. Seperti penggusuran ribuan pedagang kaki lima oleh pemerintah daerah, dengan alasan pembersihan wilayah areal yang akan dilewati oleh rombongan Presiden SBY.
Karena tidak berhasil menemui Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, pendemo kemudian marah dan membakar poster di depan kantor gubernur. Pengunjuk rasa juga berupaya memboikot proyek pembangunan gong perdamaian dunia yang ada di pusat kota, tapi dihalau oleh sejumlah polisi pamong praja. Massa kemudian membubarkan diri, namun mengancam akan kembali berdemonstrasi dengan mengerahkan massa yang lebih besar lagi.(TES/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...

