Puluhan Imigran Srilanka Tinggal di Rudenim
Tim Liputan 6 SCTV19/11/2009 06:17
Liputan6.com, Tanjung Pinang: Sebanyak 56 imigran Srilanka yang berniat mencari suaka ke Australia akhirnya bersedia ditampung sementara di Indonesia. Para pencari suaka menempati Rumah Detensi Imigran (Rudenim) di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Rabu (18/11). Mereka berubah pikiran menyusul 22 rekan mereka sebelumnya menempuh hal serupa.
Para pencari suaka ditempatkan di Rudenim untuk menjalani proses penelitian Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) dan Organisasi Migrasi Internasional. Sudah lebih dari tiga pekan mereka bertahan di atas kapal bea cukai Australia, Oceanic Viking. Mereka sebelumnya diselamatkan di perairan internasional saat sedang menuju Australia.
Total ada 78 imigran Srilanka. Mereka yang ditemukan sebulan silam sempat menimbulkan perdebatan antara pemerintah Indonesia dan Australia. Tapi pemerintah Indonesia akhirnya menerima para pencari suaka dan menempatkan mereka di tempat tinggal sementara untuk menjalani pemeriksaan medis dan administrasi [baca: Marty Natalegawa-Menlu Australia Bahas Imigran Srilanka]. Selengkapnya lihat video berikut ini.(AIS)
Para pencari suaka ditempatkan di Rudenim untuk menjalani proses penelitian Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) dan Organisasi Migrasi Internasional. Sudah lebih dari tiga pekan mereka bertahan di atas kapal bea cukai Australia, Oceanic Viking. Mereka sebelumnya diselamatkan di perairan internasional saat sedang menuju Australia.
Total ada 78 imigran Srilanka. Mereka yang ditemukan sebulan silam sempat menimbulkan perdebatan antara pemerintah Indonesia dan Australia. Tapi pemerintah Indonesia akhirnya menerima para pencari suaka dan menempatkan mereka di tempat tinggal sementara untuk menjalani pemeriksaan medis dan administrasi [baca: Marty Natalegawa-Menlu Australia Bahas Imigran Srilanka]. Selengkapnya lihat video berikut ini.(AIS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
