Larung Boneka Buaya-Cicak, Berharap Kemelut Berakhir  

Mardianto
16/11/2009 13:41
Liputan6.com, Banyumas: Perseteruan antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan Polri seperti tak ada habisnya. Tak pelak, masalah tersebut membuat masyarakat menjadi prihatin atas kondisi dua institusi penegak hukum ini. Warga Desa Pangebatan, Banyumas, Jawa Tengah, misalnya. Mereka berupaya melibatkan diri guna menyelesaikan kemelut antara KPK dan Polri dengan menggelar ritual, Senin (16/11). Ritual tersebut dihelat dengan mengikuti cara leluhur. Masyarakat menggelar prosesi ritual melarung boneka buaya dan cicak.

Berbagai benda yang penuh dengan makna simbolis disertakan dalam proses ritual ini. Ada keranda sebagai simbol matinya amarah, hingga para pemimpin negara ini bertindak tanpa ada rasa amarah. Ada juga acara mengubur boneka cicak dan melarung buaya sebagai simbol dikuburnya perseteruan buaya dan cicak.

Ritual ini menjadi bukti betapa prihatinnya masyarakat melihat kondisi negara ini. Warga hanya bisa berharap supaya pejabat yang berwenang segera menyelesaikan berbagai persoalan dan dapat berpikir untuk kepentingan masyarakat luas. Selengkapnya, simak video berita ini.(ASW/ANS)


adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler