Dinkes Bandung Bakal Selidiki Kaki Gajah  

Patria Hidayat
13/11/2009 17:42
Liputan6.com, Bandung: Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/11), menginvestigasi terkait beberapa orang yang diduga meninggal akibat mengonsumsi obat pencegah penyakit kaki gajah atau filariasis. Obat itu didapat warga dari Pusat Kesehatan Masyarakat secara gratis [baca: Sembilan Orang Tewas Usai Minum Obat].

Dani bin Emed, termasuk warga yang meninggal akibat diduga mengonsumsi obat pencegah penyakit kaki gajah atau filariasis. Sebelumnya, korban memang menderita penyakit kaki gajah. Namun usai mengonsumsi obat itu, ia mengalami mual-mual dan muntah. Tak berapa lama, Dani pun meninggal.

Dani adalah satu dari delapan korban lainnya yang diduga juga meninggal usai mengonsumsi obat tersebut. Hingga pagi tadi, banyak warga yang mendatangi Rumah Sakit Soreang dengan keluhan seperti almarhum Dani bin Emed.

Menurut Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Bandung Suhardiman, sebelum obat antifilariasis diberikan kepada warga, di daerah tersebut angka kematian akibat penyakit kaki gajah tercatat dua hingga tiga orang per harinya.

Penyakit filariasis adalah penyakit menular menahun akibat infeksi cacing filaria yang ditularkan berbagai jenis nyamuk pada kelenjar getah bening. Selengkapnya, simak video berita ini.(BJK/SHA)


adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler