Tim Delapan Fokus Selesaikan Rekomendasi Akhir  

13/11/2009 15:37
Liputan6.com, Jakarta: Tim Pencari Fakta atau Tim Delapan tidak lagi memanggil pihak-pihak untuk dimintai keterangan dalam kasus polemik penahanan pimpinan nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah. Tim Delapan hanya fokus guna menyiapkan rekomendasi akhir mengenai kasus itu.

"Tim Delapan sekarang dalam proses finalisasi laporan dan rekomendasi kepada Presiden. Kita sedang bekerja mengumpulkan, memverifikasi semua berkas dan fakta yang berkaitan dengan kasus Chandra dan Bibit," kata Sekretaris Tim Delapan, Denny Indrayana di Gedung Dewan Pertimbangan Presiden di Jakarta, Jumat (13/11) seperti dikutip ANTARA [baca: Tim Delapan Rapat Konsolidasi].

Merujuk keputusan presiden, mandat kerja Tim Delapan hanya selama dua pekan yang berakhir pada Senin mendatang. Tim Delapan berencana menyerahkan rekomendasi akhir kepada Presiden Yudhoyono pada 16 November 2009, setelah Kepala Negara tiba di Jakarta dari menghadiri pertemuan APEC di Singapura.

Setelah sepekan bekerja, tim itu pada Senin silam telah menyampaikan penilaian sementara kepada Presiden. Mereka menyatakan kasus hukum Chandra dan Bibit tak cukup bukti untuk dilanjutkan dalam kasus dugaan penyuapan ataupun pemerasan. Denny menolak untuk menyebutkan rekomendasi tim yang akan diserahkan kepada Presiden [baca: TPF: Polisi Tidak Miliki Cukup Bukti].

Denny hanya menyebutkan masalah makelar kasus dan praktik mafia hukum akan menjadi perhatian khusus dalam rekomendasi tim. "Kalau kita dengar laporan penyadapan Anggodo [Widjojo] di MK (Mahkamah Konstitusi), sangat jelas bahwa di sana ada indikasi praktik mafia hukum dan karena mafia hukum ini termasuk salah satu agenda 100 hari pemerintahan SBY tentu saja Tim Delapan akan sangat memperhatikannya dan menjadi perhatian rekomendasi kepada Presiden," kata Denny [baca: SBY: Ganyang Mafia Hukum].(JUM/ANS)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler