Para Pengungsi Mulai Terserang Berbagai Penyakit
Wahyudi Baso13/11/2009 08:01
Liputan6.com, Palopo: Para pengungsi korban banjir bandang dan tanah longsor di Palopo, Sulawesi Selatan, Kamis (12/11), mulai terserang berbagai penyakit. Sakit kepala, demam, gatal-gatal, dan diare adalah jenis penyakit yang paling banyak dikeluhkan warga yang saat ini tinggal di dua posko pengungsian. Umumnya penyakit tersebut menyerang ibu dan anak-anak.
Diduga penyebab munculnya berbagai penyakit itu akibat kurangnya fasilitas mandi cuci kakus (MCK) di kedua lokasi pengungsian. Ketiadaan peralatan mandi, seperti sabun, pasta gigi serta pakaian bersih makin memperburuk keadaan.
Banjir bandang dan longsor di Kelurahan Battang, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, terjadi Ahad lalu menyusul hujan berjam-jam. Sebanyak 13 warga meninggal akibat bencana ini. Selain merenggut korban jiwa, banjir dan longsor juga melukai 13 lainnya. Sejumlah rumah juga hilang terseret arus Sungai Bambalu yang meluap. Selain itu longsor juga memutuskan jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Palopo dan Tanah Toraja [baca: Jalan Terputus, Warga Berjalan Puluhan Kilometer].(IAN)
Diduga penyebab munculnya berbagai penyakit itu akibat kurangnya fasilitas mandi cuci kakus (MCK) di kedua lokasi pengungsian. Ketiadaan peralatan mandi, seperti sabun, pasta gigi serta pakaian bersih makin memperburuk keadaan.
Banjir bandang dan longsor di Kelurahan Battang, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, terjadi Ahad lalu menyusul hujan berjam-jam. Sebanyak 13 warga meninggal akibat bencana ini. Selain merenggut korban jiwa, banjir dan longsor juga melukai 13 lainnya. Sejumlah rumah juga hilang terseret arus Sungai Bambalu yang meluap. Selain itu longsor juga memutuskan jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Palopo dan Tanah Toraja [baca: Jalan Terputus, Warga Berjalan Puluhan Kilometer].(IAN)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
