Tolak Serahkan Penyu, Warga India Doa Massal
Irni Diniati11/11/2009 19:46
Liputan6.com, Bhubaneswar: Ratusan penduduk miskin sebuah desa Hindu di India enggan menyerahkan seekor kura-kura kepada pihak berwenang. Pasalnya, menurut mereka kura-kura itu adalah inkarnasi dari dewa umat Hindu, Tuhan Jagannath. Demikian diutarakan pejabat setempat pada Selasa (10/11), seperti dilansir Reuters.
Demi mencegah diambilnya kura-kura tersebut, penduduk melantunkan pujaan-pujaan, membawa kalung bunga, mangkuk nasi, dan buah-buahan, dari desa-desa terpencil ke sebuah kuil di Kendrapara, negara bagian Orissa, India. Akibatnya, polisi harus berjuang untuk mengendalikan mereka, meski gagal membujuk penduduk untuk menyerahkan penyu tersebut.
Menurut pejabat senior margasatwa PK Behera, menahan penyu adalah tindakan ilegal. Pasalnya, di India penyu sangat dilindungi. Dan jika ada yang tertangkap memelihara tanpa izin, maka dia bisa dipenjara selama setahun atau lebih serta dikenai denda.
"Tuhan Jagannath telah mengunjungi desa kami dalam wujud kura-kura," ujar seorang pendeta kuil, Ramesh Mishra. "Kami tidak akan membiarkan siapa pun mengambil penyu itu."(IRN/SHA)
Demi mencegah diambilnya kura-kura tersebut, penduduk melantunkan pujaan-pujaan, membawa kalung bunga, mangkuk nasi, dan buah-buahan, dari desa-desa terpencil ke sebuah kuil di Kendrapara, negara bagian Orissa, India. Akibatnya, polisi harus berjuang untuk mengendalikan mereka, meski gagal membujuk penduduk untuk menyerahkan penyu tersebut.
Menurut pejabat senior margasatwa PK Behera, menahan penyu adalah tindakan ilegal. Pasalnya, di India penyu sangat dilindungi. Dan jika ada yang tertangkap memelihara tanpa izin, maka dia bisa dipenjara selama setahun atau lebih serta dikenai denda.
"Tuhan Jagannath telah mengunjungi desa kami dalam wujud kura-kura," ujar seorang pendeta kuil, Ramesh Mishra. "Kami tidak akan membiarkan siapa pun mengambil penyu itu."(IRN/SHA)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
