Adnan Buyung: Upaya Kriminalisasi KPK Makin Terlihat  

Fira Abdurachman dan Bambang Purwanto
11/11/2009 13:57
Liputan6.com, Jakarta: Tim 8 menilai, pengakuan Wiliardi Wizard dalam sidang kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen dengan terdakwa mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Antasari Azhar, semakin menunjukkan adanya rekayasa kriminalisasi KPK. "Runyam. Semakin runyam," kata Ketua Tim 8, Adnan Buyung Nasution, kepada wartawan, di Gedung Watimpres, Rabu (11/11).

Buyung mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk bertindak cepat agar masalah ini tidak berlarut-larut. Mengenai tindakan cepat apa yang harus diambil, ia menjawab,"Masak iya masih harus saya ajari?!"

Tim 8 sendiri tidak akan mancampuradukkan kasus Antasari, termasuk pengakuan Wiliardi, dengan kasus Bibit dan Chandra. "Itu hal berbeda," kata Buyung.

Dalam persidangan dengan terdakwa Antasari Azhar di di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/11), Wiliardi mengaku, saat membuat berita acara pemeriksaan (BAP), ia ditekan Inspektur Jenderal Polisi Hadiatmoko dan Brigadir Jenderal Polisi Iriawan Dahlan. Hadiatmoko, yang kini menjabat staf ahli Kapolri, ketika itu menjabat wakil kepala Badan Reserse dam Kriminal (Bareskrim) Markas Besar Polri. Sementara, Iriawan saat itu menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya.

"Saya dijamin oleh pimpinan Polri untuk tidak ditahan (jika bersedia mengikuti, red.)," kata mantan Kapolres Jakarta Selatan ini. BAP itu menjadi dasar menjerat Antasari.(YUS)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler