Kapolri: Kami Tidak Menekan Wiliardi
Ari Pratika11/11/2009 09:43
Liputan6.com, Jakarta: Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri membantah Polri telah melakukan penekanan terhadap mantan Kapolres Jakarta Selatan, Wiliardi Wizard yang kini menjadi salah satu terdakwa kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen. "Gak ada penekanan. Biarlah masyarakat yang menilai. Pangkat pemeriksanya lebih rendah dari terdakwa," kata Kapolri di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (11/11) pagi.
Dalm persidangan dengan terdakwa Antasari Azhar di di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/11), Wiliardi mengaku, saat membuat berita acara pemeriksaan (BAP), ia ditekan Inspektur Jenderal Polisi Hadiatmoko dan Brigadir Jenderal Polisi Iriawan Dahlan. Hadiatmoko, yang kini menjabat staf ahli Kapolri, ketika itu menjabat wakil kepala Badan Reserse dam Kriminal (Bareskrim) Markas Besar Polri. Sementara, Iriawan saat itu menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya.
"Saya dijamin oleh pimpinan Polri untuk tidak ditahan (jika bersedia mengikuti, red.)," kata mantan Kapolres Jakarta Selatan ini. BAP itu menjadi dasar menjerat Antasari.(YUS)
Dalm persidangan dengan terdakwa Antasari Azhar di di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/11), Wiliardi mengaku, saat membuat berita acara pemeriksaan (BAP), ia ditekan Inspektur Jenderal Polisi Hadiatmoko dan Brigadir Jenderal Polisi Iriawan Dahlan. Hadiatmoko, yang kini menjabat staf ahli Kapolri, ketika itu menjabat wakil kepala Badan Reserse dam Kriminal (Bareskrim) Markas Besar Polri. Sementara, Iriawan saat itu menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya.
"Saya dijamin oleh pimpinan Polri untuk tidak ditahan (jika bersedia mengikuti, red.)," kata mantan Kapolres Jakarta Selatan ini. BAP itu menjadi dasar menjerat Antasari.(YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
