Keluarga Cak Nur Tuntut Kapolri Minta Maaf
10/11/2009 06:05
Liputan6.com, Jombang: Keluarga besar Nurcholis Madjid menuntut Kepala Polri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri meminta maaf karena atas pernyataannya di DPR 5 November lalu. Pernyataan ini disampaikan kerabat almarhum yang tinggal di Mojoanyar, Jombang, Jawa Timur, Senin (9/11).
Menurut salah seorang keponakan almarhum, Ainul Yaqin, keluarga besar Cak Nur, sapaan akrab Nurcholish Madjid, keberatan atas tudingan Kapolri. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, Kapolri secara tidak langsung mengaitkan almarhum dengan dugaan kasus suap di PT Masaro Radiokom senilai Rp 17,6 miliar. Kapolri mengungkapkan, bekas Menteri Kehutanan MS Kaban kerap lolos dari jerat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab, Kaban anat dekat dengan Chandra M. Hamzah, mantan menantu Cak Nur [baca: Keluarga Cak Nur Minta Klarifikasi Kapolri].
Menurut pihak keluarga, Chandra memang pernah menikahi anak Cak Nur, akan tetapi mereka kemudian bercerai. Di samping itu ada ketidaksesuaian waktu antara kejadian perkara dengan status Chandra sebagai menantu Cak Nur. Selengkapnya simak video berita ini.(BOG)
Menurut salah seorang keponakan almarhum, Ainul Yaqin, keluarga besar Cak Nur, sapaan akrab Nurcholish Madjid, keberatan atas tudingan Kapolri. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, Kapolri secara tidak langsung mengaitkan almarhum dengan dugaan kasus suap di PT Masaro Radiokom senilai Rp 17,6 miliar. Kapolri mengungkapkan, bekas Menteri Kehutanan MS Kaban kerap lolos dari jerat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab, Kaban anat dekat dengan Chandra M. Hamzah, mantan menantu Cak Nur [baca: Keluarga Cak Nur Minta Klarifikasi Kapolri].
Menurut pihak keluarga, Chandra memang pernah menikahi anak Cak Nur, akan tetapi mereka kemudian bercerai. Di samping itu ada ketidaksesuaian waktu antara kejadian perkara dengan status Chandra sebagai menantu Cak Nur. Selengkapnya simak video berita ini.(BOG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi

