Tak Betah, Puluhan Calon TKI Kabur
Abdul Rosyid09/11/2009 23:22
Liputan6.com, Tangerang: Sebanyak 21 calon tenaga kerja Indonesia asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, belum lama ini kabur dari penampungan mereka di Tangerang, Banten. Mereka melarikan diri lantaran tak tahan mendapat perlakuan tak manusiawi.
Puluhan calon TKi ini melaporkan nasib mereka kepada anggota Kepolisian Sektor Batuceper, Tangerang, sambil membawa barang masing-masing dalam tas. Mereka berasal dari penyalur jasa TKI (PJTKI) Mitra yang beralamat di Pasarminggu, Jakarta Selatan. Karena penampungan terbakar, sejak beberapa waktu silam ke-21 calon TKI ini dipindahkan ke penampungan milik PJTKI Karya Semesta Perkasa.
Di tempat baru tersebut, para calon TKI merasa tak betah. Bila berbuat kesalahan, calon TKI dipaksa lari keliling penampungan sebanyak 20 kali. Sedangkan bila sakit, pengelola PJTKI sama sekali tak berbuat apa-apa dan membiarkan calon TKI tersebut.
Kepala Polsek Batuceper Ajun Komisaris Polisi Sukardi mengatakan pihaknya masih menyelidiki laporan para calon TKI. Namun ke-21 wanita asal Kupang itu akan dikembalikan ke penampungan asal.(TES/ANS)
Puluhan calon TKi ini melaporkan nasib mereka kepada anggota Kepolisian Sektor Batuceper, Tangerang, sambil membawa barang masing-masing dalam tas. Mereka berasal dari penyalur jasa TKI (PJTKI) Mitra yang beralamat di Pasarminggu, Jakarta Selatan. Karena penampungan terbakar, sejak beberapa waktu silam ke-21 calon TKI ini dipindahkan ke penampungan milik PJTKI Karya Semesta Perkasa.
Di tempat baru tersebut, para calon TKI merasa tak betah. Bila berbuat kesalahan, calon TKI dipaksa lari keliling penampungan sebanyak 20 kali. Sedangkan bila sakit, pengelola PJTKI sama sekali tak berbuat apa-apa dan membiarkan calon TKI tersebut.
Kepala Polsek Batuceper Ajun Komisaris Polisi Sukardi mengatakan pihaknya masih menyelidiki laporan para calon TKI. Namun ke-21 wanita asal Kupang itu akan dikembalikan ke penampungan asal.(TES/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
