Final WTA Bali Berlangsung Antiklimaks
Erlangga Wisnuaji dan Anto Susanto09/11/2009 06:01
Liputan6.com, Nusa Dua: Final antara pemain Prancis di Commonwealth Bank Tournament of Champions di Nusa Dua, Bali berakhir antiklimaks. Marion Bartolli yang lebih diunggulkan harus mundur di akhir set pertama karena cidera. Dengan begitu Aravane Rezai berhak atas gelar juara.
Sebenarnya laga final antara Marion versus Rezai, Ahad (8/11) berlangsung sangat menarik. Kedua petenis Prancis ini menunjukkan kualitasnya dengan mengeluarkan sejumlah pukulan-pukulan terbaik. Reli-reli panjang pun kerap terjadi di pertandingan final kali ini.
Namun, pada game ke-12 saat Rezai unggul 6-5 pertandingan sempat terhenti sekitar 10 menit karena Bartolli cidera di bagian paha kirinya. Saat melanjutkan pertandingan, Bartolli melakukan double fault dan Rezai menang 7-5. Setelah itu cidera di paha kiri Bartolli membuatnya tak mampu melanjutkan pertandingan.
"Saya sangat kecewa mengakhiri pertandingan seperti ini, cidera di pertandingan tutup tahun ialah hal yang sangat tidak diinginkan. Saya sudah berusaha, tapi nasib berbicara lain," kata Bartolli.
"Saya prihatin dengan Bartolli, ia terlihat sangat kesakitan, saya harap dia tidak cidera panjang. Namun dalam pertandingan ada menang, ada kalah, dan saya gembira dapat menjadi pemenang," ujar Rezai.
Bagi Rezai prestasi di Bali ini, merupakan gelar kedua tahun ini dan mengatrol ranking dunianya hingga masuk 30 besar dunia dari sebelumnya peringkat 44 dunia. Selain itu Rezai juga membawa pulang hadiah uang sekitar dua miliar rupiah. Simak selengkapnya di video berita ini.(IAN)
Sebenarnya laga final antara Marion versus Rezai, Ahad (8/11) berlangsung sangat menarik. Kedua petenis Prancis ini menunjukkan kualitasnya dengan mengeluarkan sejumlah pukulan-pukulan terbaik. Reli-reli panjang pun kerap terjadi di pertandingan final kali ini.
Namun, pada game ke-12 saat Rezai unggul 6-5 pertandingan sempat terhenti sekitar 10 menit karena Bartolli cidera di bagian paha kirinya. Saat melanjutkan pertandingan, Bartolli melakukan double fault dan Rezai menang 7-5. Setelah itu cidera di paha kiri Bartolli membuatnya tak mampu melanjutkan pertandingan.
"Saya sangat kecewa mengakhiri pertandingan seperti ini, cidera di pertandingan tutup tahun ialah hal yang sangat tidak diinginkan. Saya sudah berusaha, tapi nasib berbicara lain," kata Bartolli.
"Saya prihatin dengan Bartolli, ia terlihat sangat kesakitan, saya harap dia tidak cidera panjang. Namun dalam pertandingan ada menang, ada kalah, dan saya gembira dapat menjadi pemenang," ujar Rezai.
Bagi Rezai prestasi di Bali ini, merupakan gelar kedua tahun ini dan mengatrol ranking dunianya hingga masuk 30 besar dunia dari sebelumnya peringkat 44 dunia. Selain itu Rezai juga membawa pulang hadiah uang sekitar dua miliar rupiah. Simak selengkapnya di video berita ini.(IAN)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
