Mahasiswa Tolak Air dan Permen dari Polisi
Agus Ainul Yaqin08/11/2009 23:03
Liputan6.com, Lumajang: Dukungan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berlanjut di berbagai daerah. Di Lumajang, Jawa Timur, Ahad (8/11), puluhan mahasiswa menggelar unjuk rasa dengan aksi teatrikal. Upaya polisi yang memberi air mineral dan permen ditolak para mahasiswa, karena dianggap menyuap.
Dengan berjalan kaki, puluhan mahasiswa se-Lumajang yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli Indonesia (GPPI) menuju bundaran Adipura. Dalam orasinya mereka mendukung pemberantasan korupsi di Tanah Air.
Puas berorasi, puluhan mahasiswa menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan merajalelanya para koruptor. Digambarkan para koruptor bertepuk tangan saat institusi penegak hukum saling menyalahkan. Para mahasiswa juga memberikan pita hitam pada sejumlah petugas polisi sebagai tanda matinya keadilan di negeri ini.(TES/ANS)
Dengan berjalan kaki, puluhan mahasiswa se-Lumajang yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli Indonesia (GPPI) menuju bundaran Adipura. Dalam orasinya mereka mendukung pemberantasan korupsi di Tanah Air.
Puas berorasi, puluhan mahasiswa menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan merajalelanya para koruptor. Digambarkan para koruptor bertepuk tangan saat institusi penegak hukum saling menyalahkan. Para mahasiswa juga memberikan pita hitam pada sejumlah petugas polisi sebagai tanda matinya keadilan di negeri ini.(TES/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
