Coin a Chance, Recehan yang Berharga  

Alya Thamrin, Dwi Sapto, Frets Ferdinand
08/11/2009 15:13
Liputan6.com, Jakarta: Koin merupakan alat tukar terkecil yang kerap diperoleh dari transaksi jual-beli. Sebut saja sebagai kembalian belanja atau kembalian pembayaran tol. Sering kali koin-koin kembalian itu dibiarkan menumpuk dan seakan tidak berguna. Padahal kalau dikumpulkan, dapat berguna bagi orang lain.

Adalah Coin a Chance, komunitas pengumpul koin yang dipelopori Nia Sadjarwo dan Hanny Kusumawati. Perlahan tapi pasti, gerakan yang dibesarkan di dunia maya pada Desember 2008 itu menjelma menjadi luar biasa. "Sebuah koin bisa menghasilkan perubahan," demikian cita-cita yang coba mereka wujudkan.

Lewat blog, jejaring sosial seperti facebook dan twitter, komunitas itu mengajak orang untuk menyisihkan koin receh. Caranya, dengan menyisihkan koin kembalian ke wadah-wadah yang terdapat di sejumlah tempat umum, seperti kafe dan rumah makan. Setiap bulan, koin yang terkumpul dilaporkan secara terbuka.

Selanjutnya, koin-koin itu digunakan untuk membantu anak-anak yang terancam putus sekolah. Anak pertama yang dibantu Coin a Chance adalah Bintang Gempur Anarki, hampir putus sekolah akibat menunggak uang bayaran sebesar Rp 700 ribu. Berkat koin pula, Bintang kini bisa merasakan belajar di bangku Sekolah Menengah Pertama.

Sampai saat ini, partisipan Coin a Chance sudah mencapai tiga ribu orang. Mereka tersebar di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, dan beberapa negara di Eropa. Mulai sekarang kumpulkan koin receh Anda, karena tiap koinnya bernilai besar bagi orang lain.(OMI/SHA)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler