Pelaku Ritel Dilarang Beri Kembalian dengan Permen
Tim Liputan 6 SCTV08/11/2009 08:30
Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah melalui Undang-undang Bank Indonesia dan UU Konsumen melarang kembalian konsumen dalam bentuk permen dan barang lainnya. Menurut Radu M. Sembiring, Direktur Perlindungan Konsumen Departemen Perdagangan, Sabtu (7/11), seluruh sisa transaksi harus dikembalikan kepada konsumen berupa uang rupiah. Terkait dengan itu pengusaha ritel akan mendapat kemudahan menukarkan uang receh di bank.
Larangan ini dikeluarkan menyusul masih adanya pelaku usaha yang memberikan kembalian kepada konsumen dengan permen atau barang lainnya ketika berbelanja. Hal ini tentu saja membuat kecewa konsumen. Adi, misalnya. Ia kesal karena merasa tidak membutuhkan barang tersebut.
Sementara pelaku ritel terpaksa memberikan kembalian berupa permen ke konsumen karena sulit mendapatkan uang receh. Mereka mengaku tidak mengambil keuntungan dari tindakan tersebut. Simak selengkapnya di video berita ini.(IAN)
Larangan ini dikeluarkan menyusul masih adanya pelaku usaha yang memberikan kembalian kepada konsumen dengan permen atau barang lainnya ketika berbelanja. Hal ini tentu saja membuat kecewa konsumen. Adi, misalnya. Ia kesal karena merasa tidak membutuhkan barang tersebut.
Sementara pelaku ritel terpaksa memberikan kembalian berupa permen ke konsumen karena sulit mendapatkan uang receh. Mereka mengaku tidak mengambil keuntungan dari tindakan tersebut. Simak selengkapnya di video berita ini.(IAN)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
