Maslina Yazid Hidupkan Lagi Kain Cual
Tim Liputan 6 SCTV01/11/2009 14:04
Liputan6.com, Tanjungpinang: Jika Anda bertandang ke Bangka Belitung, Anda akan menemukan kain cual. Kain khas daerah Laskar Pelangi itu nyaris punah jika saja tidak ada yang peduli untuk melestarikannya. Itulah yang dilakukan Maslina Yazid dan suaminya Muhammad Yazid. Pasangan ini memproduksi kembali kain cual sejak 1990. Motif-motif klasik pun kini terselamatkan.
Bersama sang suami, Maslina mempelajari potongan-potongan kain warisan leluhurnya. Meski sulit, pasangan itu berhasil membuat kembali kain cual. Tak hanya itu, Maslina pun membagi ilmunya ke masyarakat sekitar dengan memberikan pelatihan menenun, hal yang sudah lama ditinggalkan masyarakat setempat. "Saya melihat kain cual ini sudah punah. Jadi di situlah saya tertarik sekali untuk mengangkatnya kembali," ungkap Maslina.
Kain asal Mentok, Bangka Barat, ini memiliki motif gajah ataupun kembang kenanga. Kain ini dulu hanya dipakai bangsawan Bangka Belitung untuk upacara adat, dan berhenti berproduksi sejak awal abad 19. Saat ini kain cual yang merupakan perpaduan kain songket dan tenun ikat sudah dipakai seluruh lapisan masyarakat. Perancang busana Ibu Kota pun sudah mengolahnya menjadi busana yang mengikuti tren mode terkini.
Kain cual yang dibuat dengan alat tenun gedogan dijual dengan harga mulai dari Rp 1.750.000 hingga Rp 17 juta per helai. Tergantung kualitas dan tingkat kehalusan tenunan.
Maslina pun telah memperoleh sederet penghargaan, salah satunya Upakarti 2007 dari pemerintah. Penghargaan itu makin memompa semangat Maslina untuk terus melestarikan kain cual agar bisa diwariskan kepada penerus. Selengkapnya simak di video.(TES/ANS)
Bersama sang suami, Maslina mempelajari potongan-potongan kain warisan leluhurnya. Meski sulit, pasangan itu berhasil membuat kembali kain cual. Tak hanya itu, Maslina pun membagi ilmunya ke masyarakat sekitar dengan memberikan pelatihan menenun, hal yang sudah lama ditinggalkan masyarakat setempat. "Saya melihat kain cual ini sudah punah. Jadi di situlah saya tertarik sekali untuk mengangkatnya kembali," ungkap Maslina.
Kain asal Mentok, Bangka Barat, ini memiliki motif gajah ataupun kembang kenanga. Kain ini dulu hanya dipakai bangsawan Bangka Belitung untuk upacara adat, dan berhenti berproduksi sejak awal abad 19. Saat ini kain cual yang merupakan perpaduan kain songket dan tenun ikat sudah dipakai seluruh lapisan masyarakat. Perancang busana Ibu Kota pun sudah mengolahnya menjadi busana yang mengikuti tren mode terkini.
Kain cual yang dibuat dengan alat tenun gedogan dijual dengan harga mulai dari Rp 1.750.000 hingga Rp 17 juta per helai. Tergantung kualitas dan tingkat kehalusan tenunan.
Maslina pun telah memperoleh sederet penghargaan, salah satunya Upakarti 2007 dari pemerintah. Penghargaan itu makin memompa semangat Maslina untuk terus melestarikan kain cual agar bisa diwariskan kepada penerus. Selengkapnya simak di video.(TES/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
