Masyarakat Bereaksi Spontan Terkait Penahanan Bibit-Chandra
Aji Prasetyo & Doni Indradi01/11/2009 11:27
Liputan6.com, Jakarta: Masyarakat ternyata cepat bereaksi tanpa ada rekayasa, saat pimpinan nonaktif KPK, Bibit S Riyanto dan Chandra M. Hamzah ditahan polisi, pekan lalu. Reaksi secara spontan itu, jelas Prof Thamrin Amal Tomagola kepada Liputan 6 SCTV di Jakarta, Minggu (1/11), diwujudkan dengan memberi dukungan pada Bibit dan Chandra, meski pemberi dukung itu sebagian besar tidak mengenal keduanya.
"Mengapa? Publik merasa kebenaran telah terkoyak dan mereka tak punya pegangan terhadap proses hukum yang berlangsung, terutama untuk kasus Bibit dan Chandra," ulas sosiolog dari Universitas Indonesia ini. Thamrin menambahkan, reaksi dari masyarakat itu tidak ada yang merekayasa. "Reaksi sekaligus dukungan secara moral itu adalah bentuk ketidak percayaan terhadap lembaga peradilan yang cenderung sudah tidak berpihak pada keadilan," papar Thamrin.
Setelah Bibit dan Chandra ditahan di Rutan Bareskrim Mabes Polri, Kamis (29/10) pekan lalu, berbagai reaksi memprotes tindakan pihak kepolisian, terus mengalir. Ada yang memprotes dengan cara mengumpulkan sejuta tanda tangan dari masyarakat sebagai bentuk penolakan terhadap penahanan itu. [baca: Satu Juta Tanda Tangan Dukung KPK]. Bahkan sejumlah tokoh nasional juga bersedia pasang badan, karena menilai alasan polisi menahan Bibit dan Chandra tidak masuk akal. [baca: Puluhan Tokoh Nasional Siap Pasang Badan] (ETA)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
