Gubernur Bali Iri Pada Malaysia

Bogi Triyadi
Gubernur Bali Iri Pada Malaysia
I Made Mangku Pastika
31/10/2009 16:56
Liputan6.com, Denpasar: Gubernur Bali I Made Mangku Pastika mengaku iri kepada Pemerintah Malaysia yang mampu menarik masyarakat internasional, untuk berlibur ke negeri Jiran hingga 22 juta orang pada 2008. Padahal, kata Pastika, Bali yang jauh lebih terkenal hanya menargetkan dua juta turis asing pada tahun ini. Demikian Pastika pada "Workshop Cegah Terorisme di Lingkungan Pariwisata Bali" di Denpasar, Bali, Sabtu (31/10), seperti dikutip ANTARA.

Menurut Pastika, Pulau Dewata memiliki banyak daerah tujuan wisata. "Bali memiliki pantai, gunung, danau, bahkan sungai yang memberikan panorama yang indah kepada masyarakat yang menyaksikannya," jelas Pastika. Tetapi, tambahnya, hal itu belum cukup menarik masyarakat internasional berkunjung ke Bali dalam jumlah lebih banyak dibandingkan Malaysia.

Pastika menilai, keberhasilan Malaysia itu ditunjang sumber daya manusianya, keamanan yang terjamin, dan infrastruktur yang ada. Karena itu, tambahnya, Bali perlu memperbaiki keadaan di tiga hal tersebut.

"Kemanan yang lebih terjamin akan membuat turis asing merasa aman dan nyaman berada di Bali. Sedangkan infrastruktur harus dipercepat pembangunannya," tegas Pastika. Pastika berharap, turis asing yang datang langsung ke Bali bisa melebihi 10 juta orang pada tahun-tahun mendatang.

Untuk itu, katanya, Bali harus mempercepat pembangunan di tiga bidang itu agar tidak kalah dari Malaysia dan Singapura. "Luas masing-masing negaranya sepertujuh Pulau Bali, tapi mampu mendatangkan 17 juta wisatawan asing," tambahnya.(BOG/SHA)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video