Status Imigran Srilanka Masih Buram
Tim Liputan 6 SCTV28/10/2009 13:29
Liputan6.com, Canbera: Status para pencari suaka asal Sri Lanka yang saat ini berada di Pulau Bintan hingga Rabu (28/10) masih belum jelas. Hal ini disebabkan lantaran Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tidak bersedia mengurus 78 imigran tersebut. Penolakan ini disesalkan pihak Australia yang menyatakan telah ada perjanjian dengan Indonesia untuk bekerja sama menangani masalah tersebut.
Kendati demikian, Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith optimistis Gubernur Riau H.M. Rusli Zainal bakal menjalankan perintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurutnya, Indonesia telah mengikat perjanjian dengan pihaknya untuk mengurus para pencari suaka dan memprosesnya sesuai ketentuan badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk urusan pengungsi alias United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).
Menlu Smith pun menambahkan, nasib 78 pencari suaka ini akan menjadi urusan Indonesia, Australia, dan negara asal mereka. Sekadar informasi, 78 imigran itu diselamatkan oleh kapal Australia Oceanic Viking di perairan internasional dekat wilayah Indonesia lebih dari satu pekan lalu. Selain mereka, masih ada sekitar 250 warga Srilanka lainnya yang ditahan aparat berwenang. Para pencari suaka itu menolak dikembalikan ke negaranya dan bersikeras menuju Australia. Selengkapnya simak video berita berikut.(ASW/AND)
Kendati demikian, Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith optimistis Gubernur Riau H.M. Rusli Zainal bakal menjalankan perintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurutnya, Indonesia telah mengikat perjanjian dengan pihaknya untuk mengurus para pencari suaka dan memprosesnya sesuai ketentuan badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk urusan pengungsi alias United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).
Menlu Smith pun menambahkan, nasib 78 pencari suaka ini akan menjadi urusan Indonesia, Australia, dan negara asal mereka. Sekadar informasi, 78 imigran itu diselamatkan oleh kapal Australia Oceanic Viking di perairan internasional dekat wilayah Indonesia lebih dari satu pekan lalu. Selain mereka, masih ada sekitar 250 warga Srilanka lainnya yang ditahan aparat berwenang. Para pencari suaka itu menolak dikembalikan ke negaranya dan bersikeras menuju Australia. Selengkapnya simak video berita berikut.(ASW/AND)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
