Imigran Srilanka Mulai Terserang Penyakit
Ariel Maranoes dan Irwan Wahyudi27/10/2009 18:27
Liputan6.com, Merak: Sebanyak 250 imigran asal Srilanka terkatung-katung di perairan Merak, Banten, selama tiga pekan. Sebagian besar diantara mereka adalah perempuan dan anak-anak. Demi alasan kesehatan, empat orang dari mereka dibawa ke penampungan sementara imigrasi di Cilegon, Selasa (27/10) siang.
Sejak perahu mereka ditarik kapal TNI Angkatan Laut dari Selat Sunda, tak satu pun yang bersedia turun dari perahu. Mereka tetap meminta diizinkan melanjutkan perjalanan ke Australia. Hingga kini, Badan PBB yang mengurusi imigran, UNHCR, tak pernah mendatangi mereka. Pembahasan Departemen Luar Negeri RI dan Australia tentang para imigran ini juga menemui jalan buntu. Simak selengkapnya di video berita ini. (JUM/AYB)
Sejak perahu mereka ditarik kapal TNI Angkatan Laut dari Selat Sunda, tak satu pun yang bersedia turun dari perahu. Mereka tetap meminta diizinkan melanjutkan perjalanan ke Australia. Hingga kini, Badan PBB yang mengurusi imigran, UNHCR, tak pernah mendatangi mereka. Pembahasan Departemen Luar Negeri RI dan Australia tentang para imigran ini juga menemui jalan buntu. Simak selengkapnya di video berita ini. (JUM/AYB)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
