Betawi juga Punya Samrah
Agus Prijatno dan Taufik Maru24/10/2009 06:54
Liputan6.com, Jakarta: Selain tanjidor dan gambang keromong, Betawi juga memiliki kesenian Samrah. Namun, saat ini hanya ada empat grup besar di Jakarta yang memainkan kesenian ini. Bisa jadi karena musik ini memang kurang diminati dan jarang pentas, membuat kesenian Samrah tidak terlalu dikenal. Biasanya, Samrah lebih sering dipertontonkan diacara perkawinan atau khitanan.
Salah satu grup besar yang mementaskan Samrah adalah milik H. Ahmadi di bilangan Kemang, Jakarta Selatan. Hampir dua pekan sekali mereka berkumpul dan berlatih walau kadang orderan tak sesering tanjidor atau gambang kromong. Itu semua demi upaya melestarikan kesenian Betawi yang mulai tersingkir.
Musik Samrah sebenarnya sudah ada dan berkembang sejak awal 1920 di daerah Tanahabang, Jakarta Pusat. Dalam pertunjukannya, sekitar 10 orang menggunakan beberapa alat musik suling, arkordion, biola, gendang, tamborin, serta bas betot. Namun dengan berjalannya waktu, alat musik keybord juga dipadukan. Ditambah penyanyi dan penari yang memgunakan kostum khas Betawi.
Kesenian ini bermula dari perpaduan aliran musik Arab, India, dan Melayu. Bisa dikatakan Samrah musik kaum ekonomi menengah sehingga peminatnya pun bisa dikatakan sedikit. Selengkapnya simak video berita ini.(BOG)
Salah satu grup besar yang mementaskan Samrah adalah milik H. Ahmadi di bilangan Kemang, Jakarta Selatan. Hampir dua pekan sekali mereka berkumpul dan berlatih walau kadang orderan tak sesering tanjidor atau gambang kromong. Itu semua demi upaya melestarikan kesenian Betawi yang mulai tersingkir.
Musik Samrah sebenarnya sudah ada dan berkembang sejak awal 1920 di daerah Tanahabang, Jakarta Pusat. Dalam pertunjukannya, sekitar 10 orang menggunakan beberapa alat musik suling, arkordion, biola, gendang, tamborin, serta bas betot. Namun dengan berjalannya waktu, alat musik keybord juga dipadukan. Ditambah penyanyi dan penari yang memgunakan kostum khas Betawi.
Kesenian ini bermula dari perpaduan aliran musik Arab, India, dan Melayu. Bisa dikatakan Samrah musik kaum ekonomi menengah sehingga peminatnya pun bisa dikatakan sedikit. Selengkapnya simak video berita ini.(BOG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
