Musim Dingin Tiba, Kelinci Diburu
Iswardani19/10/2009 23:05
Liputan6.com, Stockholm: Musim dingin di Swedia mulai tiba. Sejumlah orang tengah bersiap-siap dengan perapian mereka. Adakalanya musim dingin tidak terlalu bersahabat dengan manusia lantaran banyak menimbulkan sejumlah masalah. Namun sepertinya musim dingin bukan hanya tidak bersahabat dengan manusia, tapi juga dengan kelinci. Pasalnya, binatang pemakan wortel dan sayuran itu banyak diburu untuk dijadikan bahan bakar pengangat pada musim dingin. Caranya, dengan membakar tubuh kelinci yang telah dibunuh terlebih dulu.
Pada tahun ini di Stockholm, ibu kota Swedia, sekitar 3.000 ekor kelinci dibunuh sebagai bahan bakar penghangat. Bahkan tahun lalu, jumlah kelinci yang dikorbankan mencapai 6.000 ekor. Tak pelak, tindakan tersebut mendapat kritikan dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat pecinta binatang. "Harus dievaluasi apa alternatif yang dapat digunakan selain membunuh mereka," ujar Lise-Lott Alsenius dari kelompok hak asasi binatang. Tindakan membunuh kelinci untuk dibakar dianggap tidak etis dan manusiawi.
Meski demikian, tak banyak upaya yang dilakukan guna mencari alternatifnya. Mereka yang merasa mendapat keuntungan dari kelinci beralasan, lemak yang dikandung kelinci lumayan banyak, sehingga cocok menggantikan minyak. Apalagi harga minyak semakin mahal. "Lemak memiliki kandungan yang sama dengan minyak," kata Leo Virta, pimpinan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan bangkai kelinci, seperti dikutip Reuters.(YUS)
Pada tahun ini di Stockholm, ibu kota Swedia, sekitar 3.000 ekor kelinci dibunuh sebagai bahan bakar penghangat. Bahkan tahun lalu, jumlah kelinci yang dikorbankan mencapai 6.000 ekor. Tak pelak, tindakan tersebut mendapat kritikan dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat pecinta binatang. "Harus dievaluasi apa alternatif yang dapat digunakan selain membunuh mereka," ujar Lise-Lott Alsenius dari kelompok hak asasi binatang. Tindakan membunuh kelinci untuk dibakar dianggap tidak etis dan manusiawi.
Meski demikian, tak banyak upaya yang dilakukan guna mencari alternatifnya. Mereka yang merasa mendapat keuntungan dari kelinci beralasan, lemak yang dikandung kelinci lumayan banyak, sehingga cocok menggantikan minyak. Apalagi harga minyak semakin mahal. "Lemak memiliki kandungan yang sama dengan minyak," kata Leo Virta, pimpinan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan bangkai kelinci, seperti dikutip Reuters.(YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
