Taiwan Minta Beijing Tak Boikot Kaohsiung
Azwin Nugraha19/10/2009 16:50
Liputan6.com, Taipei: Pemerintahan Taiwan meminta Cina tak memboikot Kaohsiung setelah kota itu menjamu Dalai Lama dan memutar film mengenai seorang aktivis yang dituduh oleh Beijing telah menghasut kekerasan. Kao Koong-lian, Wakil Ketua Yayasan Pertukaran Selat Taiwan menyampaikan permintaan itu kepada timpalannya dari Cina, pekan silam dalam kunjungan resmi ke Cina daratan.
Seperti dilansir ANTARA, Kao Koong-lian menegaskan kepada Zheng Lezhong bahwa pemboikotan Kota Kaohsiung tidak bijak. Ia juga menyatakan bahwa pemimpin Uighur di pengasingan, Rebiya Kadeer, menjadi lebih terkenal setelah Beijing dengan jelas memutuskan bahwa kelompok wisatawan daratan tidak akan pergi ke kota di Taiwan selatan itu. Ini sehubungan dengan pemutaran film tersebut.
Zheng tidak menanggapi ucapan Kao atau mengatakan kapan Beijing bakal mengakhiri larangan perjalanan de facto itu. Faktanya, Beijing memang tidak membuat pengumuman resmi. Namun, sejumlah pemilik hotel di Kaohsiung menyatakan mereka telah mendapat ribuan pembatalan dari wisatawan Cina Daratan.
Pemutaran film biopik Kadeer dilakukan setelah Dalai Lama, yang dicap oleh Beijing sebagai pemecah-belah, mengunjungi bagian selatan Taiwan pada Agustus silam. Padahal, pemimpin spriritual Tibet itu telah menegaskan berulang kali kunjungannya bukan mengenai urusan politik. Tapi, Cina yang menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, menyuarakan kemarahan dan membatalkan beberapa delegasi ke pulau itu [baca: Kunjungan Dalai Lama Didemo Warga Cina].
Beijing juga mencap Kadeer sebagai "kriminal" dan menuduhnya menghasut kekerasan etnik di wilayah Xinjiang di Cina bagian barat laut yang menewaskan hampir 200 orang. Hubungan Taipei-Beijing sebaliknya meningkat mencolok sekali sejak Ma Ying-jeou dari Partai Kuomintang memegang tampuk pemerintahan tahun silam.
"Lebih setahun terakhir, karena upaya kita, Selat Taiwan telah menjadi jalan besar perdamaian dan kemakmuran dari ladang pembunuhan," kata Ma, baru-baru ini dalam pertemuan Kuomintang. Cina dan Taiwan telah mengadakan pembicaraan langsung pertamanya dalam 10 tahun di Beijing, Juni tahun lalu, yang menghasilkan penerbangan reguler langsung melintasi Selat Taiwan dan langkah-langkah untuk mendorong pariwisata.(ASW/ANS)
Seperti dilansir ANTARA, Kao Koong-lian menegaskan kepada Zheng Lezhong bahwa pemboikotan Kota Kaohsiung tidak bijak. Ia juga menyatakan bahwa pemimpin Uighur di pengasingan, Rebiya Kadeer, menjadi lebih terkenal setelah Beijing dengan jelas memutuskan bahwa kelompok wisatawan daratan tidak akan pergi ke kota di Taiwan selatan itu. Ini sehubungan dengan pemutaran film tersebut.
Zheng tidak menanggapi ucapan Kao atau mengatakan kapan Beijing bakal mengakhiri larangan perjalanan de facto itu. Faktanya, Beijing memang tidak membuat pengumuman resmi. Namun, sejumlah pemilik hotel di Kaohsiung menyatakan mereka telah mendapat ribuan pembatalan dari wisatawan Cina Daratan.
Pemutaran film biopik Kadeer dilakukan setelah Dalai Lama, yang dicap oleh Beijing sebagai pemecah-belah, mengunjungi bagian selatan Taiwan pada Agustus silam. Padahal, pemimpin spriritual Tibet itu telah menegaskan berulang kali kunjungannya bukan mengenai urusan politik. Tapi, Cina yang menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, menyuarakan kemarahan dan membatalkan beberapa delegasi ke pulau itu [baca: Kunjungan Dalai Lama Didemo Warga Cina].
Beijing juga mencap Kadeer sebagai "kriminal" dan menuduhnya menghasut kekerasan etnik di wilayah Xinjiang di Cina bagian barat laut yang menewaskan hampir 200 orang. Hubungan Taipei-Beijing sebaliknya meningkat mencolok sekali sejak Ma Ying-jeou dari Partai Kuomintang memegang tampuk pemerintahan tahun silam.
"Lebih setahun terakhir, karena upaya kita, Selat Taiwan telah menjadi jalan besar perdamaian dan kemakmuran dari ladang pembunuhan," kata Ma, baru-baru ini dalam pertemuan Kuomintang. Cina dan Taiwan telah mengadakan pembicaraan langsung pertamanya dalam 10 tahun di Beijing, Juni tahun lalu, yang menghasilkan penerbangan reguler langsung melintasi Selat Taiwan dan langkah-langkah untuk mendorong pariwisata.(ASW/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
