Sekjen Golkar: Merekrut Pengurus Non-Kader Perlu
Tri Wibowo12/10/2009 05:15
Liputan6.com, Jakarta: Masuknya sejumlah orang non-kader Partai Golongan Karya di kepengurusan dewan pimpinan pusat partai beringin terus mengundang kontroversi. Namun Partai Golkar di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie menganggap merekrut kader non-partai adalah perlu. Terlebih bila kemampuannya bisa dipertanggungjawabkan. Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Golkar periode 2009-2014 Idrus Marhan di Jakarta, baru-baru ini.
Idrus juga menjelaskan, tak ada larangan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga atau tata tertib partai untuk memasukkan anggota di luar kader ke dalam kepengurusan DPP Golkar. Pilihan Aburizal memasukkan orang baru dalam kepengurusan juga dinilai tak akan mematikan kaderisasi.
Beberapa nama di kepengurusan DPP Partai Golkar yang menuai kritik di antaranya Rizal Malarangeng, Titik Suharto, Fuad Hasan Maktour, dan Zainal Bintang. Di antara semua, Rizal paling banyak dikritik karena dianggap pernah terlibat dalam tim sukses pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono pada Pemilihan Presiden 2009 [baca: Golkar DIY Kecewa Rizal Mallarangeng Masuk Pengurus].(ZAQ)
Idrus juga menjelaskan, tak ada larangan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga atau tata tertib partai untuk memasukkan anggota di luar kader ke dalam kepengurusan DPP Golkar. Pilihan Aburizal memasukkan orang baru dalam kepengurusan juga dinilai tak akan mematikan kaderisasi.
Beberapa nama di kepengurusan DPP Partai Golkar yang menuai kritik di antaranya Rizal Malarangeng, Titik Suharto, Fuad Hasan Maktour, dan Zainal Bintang. Di antara semua, Rizal paling banyak dikritik karena dianggap pernah terlibat dalam tim sukses pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono pada Pemilihan Presiden 2009 [baca: Golkar DIY Kecewa Rizal Mallarangeng Masuk Pengurus].(ZAQ)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
