Mesiyat Tipat Bantal, Syukuri Panen

Putu Setiawan
07/10/2009 07:45
Liputan6.com, Badung: Warga Desa Adat Kapal, Kabupaten Badung, Bali, selalu menggelar tradisi mesiyat tipat bantal setelah melakukan panen raya. Tradisi yang dilakukan setahun sekali dan diikuti semua warga desa ini sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Sang Pencipta.

Berdasarkan pantauan SCTV, Selasa (6/10), tradisi perang tipat bantal atau saling lempar ketupat dikuti ratusan warga desa. Saling lempar ketupat digelar di halaman luar pura Desa Adat Kapal. Dua kelompok warga utara dan selatan saling lempar ketupat hingga jalan di depan pura.

Meski cukup sakit terkena lemparan, tak ada rasa kesal atau marah. Setelah berlangsung selama 30 menit, perang tipat bantal pun berakhir. Warga desa yang tadinya saling lempar tipat dan bantal, kemudian saling berpelukan dan saling sapa dalam suasana suka cita.(JUM)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video