Sayembara, Bunuh Tikus Dapat Televisi
Iswardani30/09/2009 21:00
Liputan6.com, Dhaka: Siapa yang tak bingung dengan makin meluasnya hama yang dapat menggagalkan panen. Apalagi jika yang menyerang adalah hama tikus. Pastilah sangat mengganggu. Tidak tinggal diam dengan kondisi demikian, pemerintah Bangladesh berupaya melakukan sesuatu. Agar petani makin bersemangat melakukan upaya pemberantasan tikus, pemerintah setempat berusaha memberikan inisiatif. Caranya dengan memberikan hadiah bagi siapa saja yang berhasil membunuh hama pengerat terbanyak.
Upaya pemerintah berhasil. "Selama inisiatif ini para petani dan anak-anak mereka berhasil membunuh 6,5 juta tikus", ujar Abdul Hannan, Menteri Pertanian Bangladesh, seperti dikutip AFP. Pemerintah juga mengklaim sukses menyelamatkan delapan persen panenan dari jumlah panen gandum tahun ini.
Keberhasilan pemerintah juga kegembiraan bagi Mokhairul Islam yang berhasil memenangkan hadiah dari pemerintah. Pasalnya ia berhasil membunuh 83.450 tikus sejak Januari hingga September. Ia pun berhak membawa pulang televisi 14 inci dari pemerintah. Semangat Islam patut diacungi jempol, ia sangat geram melihat tikus merajalela di lahannya. "Tikus balas dendam kepada lahan kami. Saya menyaksikan bagaimana lahan kami rusak akibat ulah hewan itu. Jika saya melihatnya, saya tak akan pernah berhenti berpikir. Saya akan kejar dan bunuh", ujarnya.(VIN)
Upaya pemerintah berhasil. "Selama inisiatif ini para petani dan anak-anak mereka berhasil membunuh 6,5 juta tikus", ujar Abdul Hannan, Menteri Pertanian Bangladesh, seperti dikutip AFP. Pemerintah juga mengklaim sukses menyelamatkan delapan persen panenan dari jumlah panen gandum tahun ini.
Keberhasilan pemerintah juga kegembiraan bagi Mokhairul Islam yang berhasil memenangkan hadiah dari pemerintah. Pasalnya ia berhasil membunuh 83.450 tikus sejak Januari hingga September. Ia pun berhak membawa pulang televisi 14 inci dari pemerintah. Semangat Islam patut diacungi jempol, ia sangat geram melihat tikus merajalela di lahannya. "Tikus balas dendam kepada lahan kami. Saya menyaksikan bagaimana lahan kami rusak akibat ulah hewan itu. Jika saya melihatnya, saya tak akan pernah berhenti berpikir. Saya akan kejar dan bunuh", ujarnya.(VIN)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
