Ratusan Calon Penumpang Telantar di Stasiun
Budi Harto29/09/2009 12:02
Liputan6.com, Pekalongan: Ratusan calon penumpang telantar di Stasiun Kereta Api Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (29/9) pagi. Mereka kesulitan mendapat tumpangan karena setiap kereta api yang datang, baik tujuan Jakarta maupun Surabaya, selalu penuh.
Para calon penumpang dari Pekalongan, Pemalang, dan Batang ini, rela menginap di stasiun agar kebagian kereta. Namun, baik mereka yang sudah memiliki tiket maupun belum tetap saja tak kebagian kereta. Kepala Stasiun KA Pekalongan, Afrizal, menyatakan, sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan kapan para calon penumpang tersebut bisa terangkut. Untuk itu, pihak stasiun berjanji akan mengganti secara utuh tiket yang dikembalikan.
Kondisi berbeda terlihat di Terminal Pekalongan. Di terminal bus antarkota dan antarpropinsi tersebut tampak lengang. Pasalnya, warga yang akan kembali setelah berlebaran di kampung halaman lebih memilih kereta api karena harga tiketnya lebih murah. Tiket kereta api ekonomi hanya Rp 28 ribu. Sedangkan tiket bus ekonomi mencapai Rp 60 ribu.(IAN/YUS)
Para calon penumpang dari Pekalongan, Pemalang, dan Batang ini, rela menginap di stasiun agar kebagian kereta. Namun, baik mereka yang sudah memiliki tiket maupun belum tetap saja tak kebagian kereta. Kepala Stasiun KA Pekalongan, Afrizal, menyatakan, sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan kapan para calon penumpang tersebut bisa terangkut. Untuk itu, pihak stasiun berjanji akan mengganti secara utuh tiket yang dikembalikan.
Kondisi berbeda terlihat di Terminal Pekalongan. Di terminal bus antarkota dan antarpropinsi tersebut tampak lengang. Pasalnya, warga yang akan kembali setelah berlebaran di kampung halaman lebih memilih kereta api karena harga tiketnya lebih murah. Tiket kereta api ekonomi hanya Rp 28 ribu. Sedangkan tiket bus ekonomi mencapai Rp 60 ribu.(IAN/YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
