Minyak Tanah Kembali Langka di Ambon
Juhri Samanery13/09/2009 05:50
Liputan6.com, Ambon: Warga Ambon, Maluku, kembali kesulitan memperoleh minyak tanah. Pantauan SCTV, Sabtu (12/9), warga harus berjalan keliling Kota Ambon, sejauh puluhan kilometer guna mencari bahan bakar tersebut. Saat menemukan pangkalan yang masih menjual minyak tanah, warga harus membayar dengan harga yang lebih tinggi, mencapai Rp 5.000 per liter. Padahal harga eceran terendah minyak tanah hanya Rp 3.200 rupiah per liter. Itu pun dibatasi hanya 10 liter per warga.
Kelangkaan minyak tanah bisa dikatakan hampir merata di Ambon. Bahkan, warga harus menitipkan jerikennya di pangkalan hingga berhari-hari demi mendapatkan minyak tanah. Putut Ardiyanto, Kepala Pemasaran VIII Pertamina Cabang Ambon, mengakui pihaknya kewalahan mengontrol kelangkaan minyak tanah di masyarakat. Ia hanya bisa berjanji akan memberikan sanksi kepada para pemilik pangkalan atau pihak agen yang melakukan penyelewengan harga.
Dua pekan silam, kelangkaan minyak tanah juga terjadi di Ambon. Di sejumlah pangkalan seperti Belakan Kota, Ruko Batu Merah, serta Pasar Lama, Ambon, hanya ada drum kosong yang berjejer [baca: Ambon Krisis Minyak Tanah].(BOG)
Kelangkaan minyak tanah bisa dikatakan hampir merata di Ambon. Bahkan, warga harus menitipkan jerikennya di pangkalan hingga berhari-hari demi mendapatkan minyak tanah. Putut Ardiyanto, Kepala Pemasaran VIII Pertamina Cabang Ambon, mengakui pihaknya kewalahan mengontrol kelangkaan minyak tanah di masyarakat. Ia hanya bisa berjanji akan memberikan sanksi kepada para pemilik pangkalan atau pihak agen yang melakukan penyelewengan harga.
Dua pekan silam, kelangkaan minyak tanah juga terjadi di Ambon. Di sejumlah pangkalan seperti Belakan Kota, Ruko Batu Merah, serta Pasar Lama, Ambon, hanya ada drum kosong yang berjejer [baca: Ambon Krisis Minyak Tanah].(BOG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...

