Cak Nun: Malaysia Salah Klaim
Zumrotul Muslimin09/09/2009 11:15
Liputan6.com, Gresik: Budayawan Emha Ainun Nadjib menyatakan tindakan Malaysia yang mengakui beberapa budaya asli Indonesia menjadi miliknya dianggap salah klaim. "Dan ironisnya Pemerintah Indonesia hingga kini belum memiliki kebijakan untuk menyelesaikannya," kata Emha Ainun Nadjib usai tampil di Alun-alun Gresik bersama grup musik Kiai Kanjeng, Rabu (9/9) seperti dikutip ANTARA.
Cak Nun sapaan akrab Emha Ainun Nadjib mencontohkan, orang asli Lamongan menjual soto di Hawai, memang ketika diidentifikasi secara hukum sah apabila soto itu disebut soto Hawai, tetapi salah apabila soto tersebut diklaim milik Hawai. Sama kasusnya dengan klaim yang dilakukan Malaysia, katanya reog di Malaysia sah secara hukum apabila disebut reog Malaysia.
"Tidak menjadi masalah ketika Reog Malaysia copyright atau hak ciptanya Malaysia. Salahnya, ketika reog tersebut diklaim milik Malaysia. Reognya itu tetap milik Ponorogo," kata Cak Nun.
Lebih jauh Cak Nun mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak memiliki kemampuan menyelesaikan kasus ini. "Sudah saya cek ke Cikeas, Presiden menjawab, pihaknya belum mempunyai policy, sebab ini masalah hukum internasional," kata Cak Nun menirukan SBY.
Cak Nun menilai kasus ini lebih dari sekadar hukum internasional, tapi masalah martabat bangsa Indonesia yang telah diinjak-injak. Disebutkan, beragam hubungan dengan luar negeri, mulai dari hubungan yuridis, hukum internasional, hubungan diplomatik, dan hubungan kebudayaan. "Seorang lelaki menyatakan cintanya kepada seorang wanita saja ada puluhan cara, kenapa negara kita menghadapi kasus ini tidak punya cara?" katanya.
Menurut Cak Nun, setiap masalah harus merefleksikan kecerdasan untuk menentukan formula solusinya. Sayangnya, Cak Nun enggan ketika dimintai contoh konkret cara tersebut.(JUM)
Cak Nun sapaan akrab Emha Ainun Nadjib mencontohkan, orang asli Lamongan menjual soto di Hawai, memang ketika diidentifikasi secara hukum sah apabila soto itu disebut soto Hawai, tetapi salah apabila soto tersebut diklaim milik Hawai. Sama kasusnya dengan klaim yang dilakukan Malaysia, katanya reog di Malaysia sah secara hukum apabila disebut reog Malaysia.
"Tidak menjadi masalah ketika Reog Malaysia copyright atau hak ciptanya Malaysia. Salahnya, ketika reog tersebut diklaim milik Malaysia. Reognya itu tetap milik Ponorogo," kata Cak Nun.
Lebih jauh Cak Nun mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak memiliki kemampuan menyelesaikan kasus ini. "Sudah saya cek ke Cikeas, Presiden menjawab, pihaknya belum mempunyai policy, sebab ini masalah hukum internasional," kata Cak Nun menirukan SBY.
Cak Nun menilai kasus ini lebih dari sekadar hukum internasional, tapi masalah martabat bangsa Indonesia yang telah diinjak-injak. Disebutkan, beragam hubungan dengan luar negeri, mulai dari hubungan yuridis, hukum internasional, hubungan diplomatik, dan hubungan kebudayaan. "Seorang lelaki menyatakan cintanya kepada seorang wanita saja ada puluhan cara, kenapa negara kita menghadapi kasus ini tidak punya cara?" katanya.
Menurut Cak Nun, setiap masalah harus merefleksikan kecerdasan untuk menentukan formula solusinya. Sayangnya, Cak Nun enggan ketika dimintai contoh konkret cara tersebut.(JUM)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini.
Posting komentar Andasunlixxx | sunliongxxx@ymxxx.com| 2009-09-12 13:04:11
Ixxx | nocrevkerenmxxx@yaxxx.com| 2009-09-12 09:22:25
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi

