Nomad, Sering Jatuh Tapi Punya Keunggulan
Tim Liputan 6 SCTV08/09/2009 18:40
Liputan6.com, Jakarta: Walau Nomad dikenal sebagai pesawat serba guna, tapi produk ini dikenal sebagai pesawat yang sering jatuh. Tercatat, dari 170 pesawat yang diproduksi, sudah 100 pesawat Nomad yang jatuh. Perawatan tampaknya merupakan kunci penting.
Seperti yang terjadi Senin (7/9) saat sebuah pesawat Nomad jatuh di Bulungan, Kalimantan Timur. Menurut TNI Angkatan Laut, pesawat itu jatuh karena gangguan mesin. Saat itu, pesawat intai maritim Nomad TNI AL sedang dalam perjalanan dari Longbawan, Kabupaten Nunukan, ke Bandar Udara Juwata di Kota Tarakan, Kaltim [baca: Pesawat Nomad TNI AL Jatuh di Nunukan].
Pesawat yang jatuh di Kaltim merupakan pesawat Nomad ketiga yang jatuh. Sebelumnya, pada 1987, pesawat Nomad jatuh di Pulau Bintan dan pada 2008 jatuh di perairan Sabang [baca: 17 Pesawat TNI Jatuh Sejak 1991].
Nomad merupakan pesawat buatan Government Aircraft Factories, Australia. Produksi pesawat jenis ini pun sudah dihentikan. Walau dikenal sebagai pesawat yang sering jatuh, Nomad tetap mempunyai banyak keunggulan. Misalnya, bisa terbang rendah dan mengudara di landasan pendek. Sementara, untuk misi search and rescue (SAR) dan pengintaian, Nomad kerap menjadi andalan.
Saat ini, TNI masih memiliki 42 pesawat Nomad. Dari jumlah itu, sebanyak 23 tidak digunakan lagi karena rusak dan delapan pesawat tengah diperbaiki. Sejak tahun lalu, Departemen Pertahanan telah menggagas untuk mengganti pesawat Nomad. Namun, karena anggaran yang terbatas, TNI masih berusaha memperbaiki delapan pesawat Nomad lain dan berusaha menambah pesawat dengan kemampuan sejenis, yaitu CN 235 dan CN 212 buatan PT Dirgantara Indonesia. Selengkapanya simak video berita berikut.(UPI/YUS)
Seperti yang terjadi Senin (7/9) saat sebuah pesawat Nomad jatuh di Bulungan, Kalimantan Timur. Menurut TNI Angkatan Laut, pesawat itu jatuh karena gangguan mesin. Saat itu, pesawat intai maritim Nomad TNI AL sedang dalam perjalanan dari Longbawan, Kabupaten Nunukan, ke Bandar Udara Juwata di Kota Tarakan, Kaltim [baca: Pesawat Nomad TNI AL Jatuh di Nunukan].
Pesawat yang jatuh di Kaltim merupakan pesawat Nomad ketiga yang jatuh. Sebelumnya, pada 1987, pesawat Nomad jatuh di Pulau Bintan dan pada 2008 jatuh di perairan Sabang [baca: 17 Pesawat TNI Jatuh Sejak 1991].
Nomad merupakan pesawat buatan Government Aircraft Factories, Australia. Produksi pesawat jenis ini pun sudah dihentikan. Walau dikenal sebagai pesawat yang sering jatuh, Nomad tetap mempunyai banyak keunggulan. Misalnya, bisa terbang rendah dan mengudara di landasan pendek. Sementara, untuk misi search and rescue (SAR) dan pengintaian, Nomad kerap menjadi andalan.
Saat ini, TNI masih memiliki 42 pesawat Nomad. Dari jumlah itu, sebanyak 23 tidak digunakan lagi karena rusak dan delapan pesawat tengah diperbaiki. Sejak tahun lalu, Departemen Pertahanan telah menggagas untuk mengganti pesawat Nomad. Namun, karena anggaran yang terbatas, TNI masih berusaha memperbaiki delapan pesawat Nomad lain dan berusaha menambah pesawat dengan kemampuan sejenis, yaitu CN 235 dan CN 212 buatan PT Dirgantara Indonesia. Selengkapanya simak video berita berikut.(UPI/YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi

