Mubarok: Demokrat Tak Usulkan Calon Menteri
Zumrotul Muslimin31/08/2009 16:38
Liputan6.com, Purwokerto: Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Ahmad Mubarok mengatakan, partainya tidak mengusulkan nama-nama pengurusnya untuk dalam kabinet mendatang. "Demokrat tidak mengajukan calonnya untuk duduk sebagai menteri. Karena Pak SBY [Susilo Bambang Yudhoyono] sangat mengenal orang-orang Demokrat," ungkap Mubarok di Purwokerto, Jawa Tengah, Senin (31/8), sebagaimana dikutip ANTARA.
Disinggung mengenai sejumlah nama tokoh Demokrat dan salah satunya orang Banyumas [Ahmad Mubarok], dia mengaku belum tahu hal itu. Menurut Mubarok, kabar tersebut hingga kini belum jelas. Mengenai para calon menteri dalam kabinet, dia mengatakan, nama-nama dikumpulkan dari partai koalisi. Menurutnya, partai-partai koalisi akan mendapat jatah menteri secara proporsional menurut presiden bukan menurut partainya.
Sementara mengenai kemungkinan PDI Perjuangan dan Partai Golongan Karya mendapat jatah menteri, dia mengatakan, hal itu bisa saja terjadi. "Kalau Presiden memandang perlu, mengapa tidak?!" katanya. Dia menambahkan, dalam semangat etika soft power bahwa yang menang akan merangkul yang kalah. Dalam hal ini, setelah kompetisi harus ada rekonsiliasi persatuan agar program pemerintah berjalan optimal.
Disinggung mengenai merapatnya PDI Perjuangan ke Demokrat, Mubarok mengatakan, gagasan tersebut bukan berasal dari Partai Demokrat. "Saya maklumi, PDI Perjuangan pasca-Bu Mega [Megawati Sukarnoputri] pasti harus ada gagasan baru," katanya. Menurut dia, Demokrat masih menunggu proses tersebut karena belum tentu hanya Taufiq Kiemas yang menginginkannya.(YUS)
Disinggung mengenai sejumlah nama tokoh Demokrat dan salah satunya orang Banyumas [Ahmad Mubarok], dia mengaku belum tahu hal itu. Menurut Mubarok, kabar tersebut hingga kini belum jelas. Mengenai para calon menteri dalam kabinet, dia mengatakan, nama-nama dikumpulkan dari partai koalisi. Menurutnya, partai-partai koalisi akan mendapat jatah menteri secara proporsional menurut presiden bukan menurut partainya.
Sementara mengenai kemungkinan PDI Perjuangan dan Partai Golongan Karya mendapat jatah menteri, dia mengatakan, hal itu bisa saja terjadi. "Kalau Presiden memandang perlu, mengapa tidak?!" katanya. Dia menambahkan, dalam semangat etika soft power bahwa yang menang akan merangkul yang kalah. Dalam hal ini, setelah kompetisi harus ada rekonsiliasi persatuan agar program pemerintah berjalan optimal.
Disinggung mengenai merapatnya PDI Perjuangan ke Demokrat, Mubarok mengatakan, gagasan tersebut bukan berasal dari Partai Demokrat. "Saya maklumi, PDI Perjuangan pasca-Bu Mega [Megawati Sukarnoputri] pasti harus ada gagasan baru," katanya. Menurut dia, Demokrat masih menunggu proses tersebut karena belum tentu hanya Taufiq Kiemas yang menginginkannya.(YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
