Pansus DPR Bahas Dugaan Penyimpangan Pemilu
Tim Liputan 6 SCTV26/08/2009 21:45
Liputan6.com, Jakarta: Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPR menggelar pertemuan tertutup dengan anggota Komisi Pemilihan Umum di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (26/8) siang. Dalam pertemuan yang berlangsung tiga jam, mereka membahas dugaan penyimpangan penyelenggaraan pemilihan umum, beberapa bulan silam.
Pansus DPR dan KPU sepakat membahas dugaan penyimpangan pemilu dengan menghadirkan sejumlah saksi. Di antara saksi yang dipanggil adalah anggota KPU dan warga yang tak menggunakan hak pilih karena nama mereka tidak tercantum dalam daftar pemilih tetap KPU.
Sebelumnya, dua pasang calon presiden dan calon wakil presiden, Megawati Sukarnoputri-Prabowo Subianto serta Jusuf Kalla-Wiranto menggugat KPU mengenai hasil Pemilihan Presiden ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kemudian MK menolak permohonan kedua pasangan capres-cawapres dan menetapkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono sebagai pemenang Pilpres 2009 [baca: SBY-Boediono Resmi Jadi Presiden dan Wapres]. Berita selengkapnya simak di video.(ZAQ/ANS)
Pansus DPR dan KPU sepakat membahas dugaan penyimpangan pemilu dengan menghadirkan sejumlah saksi. Di antara saksi yang dipanggil adalah anggota KPU dan warga yang tak menggunakan hak pilih karena nama mereka tidak tercantum dalam daftar pemilih tetap KPU.
Sebelumnya, dua pasang calon presiden dan calon wakil presiden, Megawati Sukarnoputri-Prabowo Subianto serta Jusuf Kalla-Wiranto menggugat KPU mengenai hasil Pemilihan Presiden ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kemudian MK menolak permohonan kedua pasangan capres-cawapres dan menetapkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono sebagai pemenang Pilpres 2009 [baca: SBY-Boediono Resmi Jadi Presiden dan Wapres]. Berita selengkapnya simak di video.(ZAQ/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
