Pendet Tergolong Tarian Tertua di Bali  

Yeni Mardiana
22/08/2009 15:35
Liputan6.com, Denpasar: Pendet merupakan salah satu tarian paling tua di antara tarian sejenis di Pulau Bali. "Berdasarkan beberapa catatan, para ahli seni pertunjukan Bali sepakat menyebutkan 1950 sebagai tahun kelahiran tari Pendet," ungkap Guru Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Prof Dr I Wayan Dibia di Denpasar, Sabtu (22/8), seperti diberitakan ANTARA.

Ia mengatakan, pendet sejak diciptakan selalu dijadikan acara pembuka bagi sajian tari Bali lainnya. "Tari Pendet adalah tarian kelompok yang biasanya ditarikan sekelompok remaja putri di mana setiap orang penari membawa mangkok perak (bokor) berisikan bunga warna-warni," tambahnya. Pada akhir tariannya, para penari menaburkan bunga-bunga yang dibawa ke arah penonton sebagai wujud ungkapan dan ucapan selamat datang.

Penggagas dari tarian tersebut, menurut Dibia, adalah dua seniman kelahiran Desa Sumertha, Denpasar, yakni I Wayan Rindi dan Ni Ketut Reneng. "Kedua seniman ini menciptakan tari Pendet penyambutan dengan empat orang penari untuk disajikan sebagai bagian dari pertunjukan turistik di sejumlah hotel yang ada di Denpasar, Bali," kata dia.

Pada 1961, I Wayan Beratha mengolah kembali tari Pendet tersebut menjadi polanya seperti sekarang, termasuk menambahkan jumlah penari menjadi lima orang. Setahun kemudian, I Wayan Beratha dan kawan-kawan menciptakan tari Pendet massal dengan jumlah penari tidak kurang dari 800 orang untuk ditampilkan dalam upacara pembukaan Asian Game di Jakarta.

Fakta tersebut jelas bertolak belakang dengan klaim Malaysia. Belum lama ini, negara serumpun ini mengatakan tarian Pendet sebagai bagian budaya mereka. Bahkan, tarian yang terkenal seantero dunia berasal dari Bali atau Pulau Dewata itu dicantumkan dalam iklan kunjungan wisata mereka.(ANS)


adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 6 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
xxx | antodestxxx@yaxxx.co| 2009-08-24 22:26:52
Malaysia, kalau dibiarkan terys kian kurang ajar. Sudah berapa jenis kesenian kita yang dicaplok mereka. Sejauh ini tak terdengar komenmtar presiden yang keras thd negara jiram itu membela milik sendiri.
setya_fardxxx | Onesetya1xxx@yaxxx.co| 2009-08-24 09:10:44
seharusnya pemerintah utamanya dep.kebudayaan+pariwisata cepat tanggap 'n sgra ambil tindakan untuk sgr
irxxx | irwans.wijxxx@ymxxx.com| 2009-08-24 07:57:49
malaysia mmng negri yang bisanya nyuri kekayaan budaya orang ,kaya nya ga pantes th disebut negara jiran yang kaya tapi negri para pencuri,maling....kaya syupirnya dora yg suka nyuri.malu dong euy......
vixxx | evincarxxx@gmail,xxx.| 2009-08-24 02:03:38
a
puxxx | putriartxxx@yaxxx.co| 2009-08-24 00:42:31
malaysia..kenapa selalu bikin ulah.. dulu pulau. skrng tarian budaya kita ,, memang mereka tak pernah bangga dngn budaya sendiri,
melandxxx | melandxxx@yaxxx.com| 2009-08-22 16:07:33
Mana nih presiden terpilih...!! cepat bertindak sebelum semua terlambat...jangan cuma janji2 waktu kampanye saja...

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler