Rendra Meninggal, Keluarga Shock
Nahyudi06/08/2009 23:50
Liputan6.com, Jakarta: Penyair yang dijuluki "Si Burung Merak", W.S. Rendra, meninggal di RS Mitra Keluarga, Depok, Jawa Barat, Kamis (6/8), sekitar pukul 22.20 WIB. Meninggalnya pria bernama lengkap Willibrordus Surendra Broto Rendra meninggalkan kesedihan bagi keluarganya.
Suasana RS Mitra Keluarga mengharukan. Terlihat salah satu putri Rendra, Clara Sinta tak henti-hentinya menitikkan air mata saat mengiringi jenazah ayahnya. Clara mengaku shock atas kematian Rendra. Kini, jenazah Rendra disemayamkan di rumah salah satu putrinya di Perumahan Pesona Depok Blok AV/5, Depok, Jabar.
Rendra merupakan penyair besar yang dimiliki Indonesia. Kala mengawali kariernya, Rendra sering menulis cerpen dan esei yang dimuat di berbagai majalah: Mimbar Indonesia, Siasat, Kisah, Basis, dan Budaya Jaya.
Lelaki nyentrik itu kemudian mulai mengeluti drama dan puisi. Satu dramanya, Orang-Orang di Tikungan Jalan (1954) mengantarkannya meraih hadiah dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Yogyakarta, waktu itu. Lalu kumpulan sajaknya, Ballada Orang-Orang Tercinta (1957) dan Empat Kumpulan Sajak (1960) adalah sajak-sajak yang paling laku dibaca pada periode 50-an.
Sepulang dari Amerika Serikat, Rendra semakin menampakkan warnanya. Dalam nada terbuka, mudah dicerna, dan agak diwarnai urakan, ia menulis sajak-sajak seperti Rick dari Corona. Pada periode 70-an, Rendra sering diundang membaca sajak di pojok-pojok kampus.(AND)
Suasana RS Mitra Keluarga mengharukan. Terlihat salah satu putri Rendra, Clara Sinta tak henti-hentinya menitikkan air mata saat mengiringi jenazah ayahnya. Clara mengaku shock atas kematian Rendra. Kini, jenazah Rendra disemayamkan di rumah salah satu putrinya di Perumahan Pesona Depok Blok AV/5, Depok, Jabar.
Rendra merupakan penyair besar yang dimiliki Indonesia. Kala mengawali kariernya, Rendra sering menulis cerpen dan esei yang dimuat di berbagai majalah: Mimbar Indonesia, Siasat, Kisah, Basis, dan Budaya Jaya.
Lelaki nyentrik itu kemudian mulai mengeluti drama dan puisi. Satu dramanya, Orang-Orang di Tikungan Jalan (1954) mengantarkannya meraih hadiah dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Yogyakarta, waktu itu. Lalu kumpulan sajaknya, Ballada Orang-Orang Tercinta (1957) dan Empat Kumpulan Sajak (1960) adalah sajak-sajak yang paling laku dibaca pada periode 50-an.
Sepulang dari Amerika Serikat, Rendra semakin menampakkan warnanya. Dalam nada terbuka, mudah dicerna, dan agak diwarnai urakan, ia menulis sajak-sajak seperti Rick dari Corona. Pada periode 70-an, Rendra sering diundang membaca sajak di pojok-pojok kampus.(AND)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Feature Online Nokia 800
Aplikasi Twitter Mobile Mudah & Cepat di Lumia 800. Pre-Order .
www.nokia.com/id-id
Aplikasi Twitter Mobile Mudah & Cepat di Lumia 800. Pre-Order .
www.nokia.com/id-id
