Zelaya Kembali Beri Ultimatum  

Iswardani
18/07/2009 20:22
Liputan6.com, Tegucigalpa: Presiden Honduras terguling, Manuel Zelaya kembali memberikan ultimatum agar penyelesaian krisis politik di Honduras melalui negosiasi harus tercapai. Hal itu ia sampaikannya, Sabtu (18/7).

Seperti dilansir Associated Press, Zelaya, yang digulingkan militer 28 Juni lalu, menegaskan negosiasi tersebut harus tercapai hingga tengah malam nanti untuk menempatkan kembali dirinya sebagai presiden Honduras. Jika persetujuan tidak dicapai, ia mengancam akan kembali ke Honduras secara diam-diam dan berusaha mengambil posisinya kembali.

Disamping itu, Zelaya dengan tegas menolak pembagian kekuasaan sebagai solusi agar negosiasi tercapai. "Jika pada waktu yang telah ditentukan tidak ada penyelesaian, saya akan menganggap negosiasi di Kostarika gagal dan saya akan kembali ke Honduras" ujarnya.

Meski demikian, ia tidak menjelaskan lebih rinci langkah yang akan ia ambil selanjutnya. Sebelumnya Zelaya juga pernah memberi ultimatum pemerintah de facto terkait negosiasi yang berjalan [baca: Zelaya Ultimatum Pemerintah De Facto].

Sementara itu, Presiden Kostarika Oscar Arias, yang menjadi mediator negosiasi, optimistis penyelesaian akan dapat dicapai. Ia menjelaskan, kedua belah pihak sudah mulai lunak. Selain itu, Arias mengatakan, kemungkinan amnesti bagi Zelaya dimungkinkan.

Krisis di Honduras terjadi setelah Presiden Zelaya digulingkan militer dengan alasan menyelamatkan demokrasi terkait upaya Zelaya yang akan mencabut batas waktu masa jabatan presiden. Upaya itu dinilai Mahkamah Agung dan Kongres Honduras sebagai pelanggaran konstitusi.(AND)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler