Teror Bom Kembar: Politis atau Ideologis?  

Lucky Savitri
18/07/2009 18:35
PERHATIAN Indonesia dan dunia mendadak sontak tertuju ke Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta. Mimpi buruk serangan enam tahun lalu terjadi lagi. Serangan ini bahkan dua kali lebih dahsyat dari serangan sebelumnya. Dampaknya pun jauh lebih luas karena terjadi di tengah kisruh Pemilihan Umum Presiden 2009 dan gegap gempita rencana kedatangan klub bola unggulan dunia: Manchester United.

Bom kembar ini meluluhlantakkan sekaligus dua hotel mewah milik asing tersebut dalam waktu yang hampir bersamaan yaitu sekitar pukul 08.00 WIB, Jumat (17/7). Pelaku teror berhasil menyulut ledakan justru dari dalam bangunan hotel, di tengah pengamanan ekstra ketat. Yang lebih memalukan, bom juga diduga dirakit di kamar hotel, tepat di bawah hidung petugas keamanan dan pengelola hotel.

Korban yang berjatuhan pun bukan dari kalangan biasa. Sejumlah top executive beberapa perusahaan asing menjadi korban serangan ini. Sembilan orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Presiden Direktur PT Holcim Indonesia Timothy Mackay tewas dalam peristiwa ini. Serangan tersebut pun membuat klub sepakbola asal Inggris, Manchester United membatalkan lawatannya ke Indonesia.

Kaitan antara ledakan ini dengan kondisi politik dalam negeri menjadi pertanyaan setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan sejumlah informasi rahasia dari intelijen. Informasi A-1 ini menyebutkan adanya rencana pendudukan Komisi Pemilihan Umum saat pengumuman hasil penghitungan suara Pemilu Presiden 2009.

Selain itu, ada pula rencana mencegah pelantikan SBY sebagai Presiden RI 2009-2014, serta rencana membuat kondisi Indonesia seperti Iran yang rusuh pascapemilu. Foto SBY yang menjadi sasaran latihan tembak teroris pun ditunjukkannya pada publik. Dengan sangat geram, SBY, menyindir seseorang yang pernah melakukan aksi kejahatan membunuh dan menghilangkan orang secara paksa di masa silam.

Tindakan dan ucapan SBY selalu diperhitungkan matang-matang. Jadi SBY pasti punya alasan khusus kenapa ia mengungkapkan rahasia intelijen itu dan menyinggung seorang “drakula penyebar maut” bersamaan dengan ucapan belasungkawa terhadap korban bom kembar itu.

Benarkan serangan ganda ini terkait hasil Pemilu 2009, yang notabene melibatkan tiga mantan jenderal yang bersaing menjadi pasangan nomor satu di negeri ini?

Sejumlah pengamat terorisme membantah hal tersebut. Pengamat terorisme Al Chaidar mengatakan, hampir tidak mungkin ada pihak lain yang meniru pola operasi atau menunggangi kelompok ini untuk kepentingan politik. "Tidak mungkin, sangat sulit dan sangat kecil kemungkinannya. Hanya 0,00 persen." Menurut penulis buku-buku Islam ini, perlu ideologi kuat yang tertanam pada seseorang untuk mau menjadi seorang pelaku bom bunuh diri.

Al Chaidar meyakini jaringan buronan teroris Noordin M. Top sebagai pelakunya. Hal tersebut terlihat dari sasaran pengeboman, dan adanya pola pengulangan terhadap sasaran lama. Selain itu, data sekunder yang ditemukan polisi di Cilacap, Jawa Tengah, dan Palembang, Sumatra Selatan, menunjukkan kelompok ini sedang merencanakan serangan setelah lama vakum.

Sebelumnya, Hotel JW Marriott, Kuningan, Jakarta, pernah menjadi sasaran bom pada 2003. Selain itu, Hotel JW Marriott di Islamabad, Pakistan, juga dua kali menjadi sasaran bom Al-Qaidah, yaitu pada 2007 dan 2008. Melihat pola pengulangan ini, Al Chaidar memperkirakan serangan ulangan juga bisa terjadi di jaringan Hotel Ritz Carlton.

Menurut Al Chaidar, kelompok ini memanfaatkan kelengahan aparat kepolisian dan intelijen yang sedang fokus mengamankan jalannya Pemilu 2009. Diperlukan waktu antara enam bulan hingga satu tahun untuk merancang operasi seperti ini. "Mereka perlu melakukan survei dan pengintaian untuk melihat kelemahan target dan menyusun siasat," lanjut Al Chaidar.

Hal serupa diungkapkan direktur International Crisis Group, Sidney Jones. Perempuan pengamat politik ini pun menduga kelompok teroris Noordin M. Top berada di belakang aksi bom di kawasan Mega Kuningan. Walaupun tidak tertutup kemungkinan ada kelompok baru di luar kelompok Noordin.

Menurut Jones, kemungkinan serangan bom ini terkait dengan kisruh Pemilu 2009 tidak begitu besar. "Karena mana ada orang mau mati syahid untuk kepentingan politik," ujar dia.

Jones melanjutkan, kegiatan kelompok Noordin saat ini memang terdesak oleh aparat kepolisian. "Tetapi selama Noordin belum ditangkap, orang masih bisa terhubung dengannya dan belajar merakit bom," kata Jones. Apalagi, masih ada beberapa buronan yang sangat berbahaya yang belum berhasil ditangkap polisi.

Walaupun kelompok ini tidak bertambah kuat, Jones mengakui bahwa kini mereka bertambah pintar. Temuan bom oleh polisi di Cilacap, Jawa Tengah, dan terungkapnya anggota jaringan teroris di Palembang, menunjukkan bahwa jaringan teroris masih berkembang walaupun pimpinannya harus menyembunyikan diri.

Setelah melakukan penyelidikan yang mengarah ke kelompok Noordin, kepolisian pun nyaris mengumumkan kelompok tersebut sebagai dalang serangan. Alasannya, bom di JW Mariott dan Ritz Carlton tersebut memiliki ciri yang serupa dengan bom yang ditemukan polisi di Cilacap awal pekan ini. Namun belum dapat dipastikan apakah jaringan peledakan itu sama dengan Cilacap.

Perkembangan selanjutnya dari penyelidikan semakin menarik untuk diikuti. Apakah benar insiden bom ini terkait politik atau murni gerakan jaringan teroris yang berkiblat pada Al-Qaidah? Siapakah Noordin M. Top dan bagaimana sepak terjangnya dalam sejumlah aksi pengeboman di Tanah Air? Simak Fokus: Bom Mega Kuningan selanjutnya.(EPN)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 10 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
xxx | bhulxxx@yaxxx.com| 2009-07-21 14:03:34
Saya hanya berharap pelaku pengeboman di dua hotel berbintang segera di tangkap..apa jadinya bangsa kita ka
Peng Axxx | bintangterxxx@yaxxx.co| 2009-07-21 09:26:59
SBY bukan type asbun. Saya sependapat dng beliau.SBB: NGINAP 2@3 hari dihotel mewah dan \'BUNUH DIRI\' dng mencapai hasil tanggung2? 1. Menunggu Ind All Stars ke
kexxx | kenji2xxx@yaxxx.com| 2009-07-21 08:00:21
Sepertinya Al Chaidar dan Sidney Jones ini tau persis mengenai jaringan JI dan sebagainya. Tapi sayang, selalu ketinggalan. Begitu bom sudah meledak, baru datang dengan teori2nya. Kalau anda bener2 mau dibilang expert
justxxx | xxx@xxx.| 2009-07-21 06:58:31
dari ideoligis terciptalah politisi... dari politisi..yg cacad/buruk terciptalah ideologis-ideologis baru... :)
surxxx | suryaningbathxxx@yaxxx.com| 2009-07-20 17:33:28
ini politis kacangan...hanya teori konspirasi sebagai pengalih perhatian dari kisruh pemilu yang sengaja diciptakan rezim penguasa melalui the invisible hand, tangan2 jaringan NII yang telah didaur ulang demi kelangsungan sesaat....
sufferinxxx | lastsufferinxxx@rockmxxx.com| 2009-07-20 13:31:43
ngapain bikin densus88 dengan biaya jutaan dollar,,ngapain danain BIN pake Alat2 Canggih..paling orang2 islam lagi yg di cap terroris..semua lagu lama..jangan terlalu banyak prediksi dan mereka2...ada api ada bom..ada ketimpangan ada pembalasan...
Cahxxx | amy38gxxx@yaxxx.com| 2009-07-20 11:39:08
Politik adalah Politik. Terorisme adalah tetap kejahatan. Saya heran,mengapa masih ada orang yg mau disebut " mati sahid " dengan melakukan aksi bom bunuh diri ? bukankah itu aneh.
xxx | giantxxx@yaxxx.co| 2009-07-20 09:53:12
Rasanya memang benar pendapat beberapa pengamat
yulixxx | yuliaxxx@yaxxx.com| 2009-07-20 09:48:09
INDONESIA UNDER ATTACK!!Kenapa bangsa kita dari bom bali I diobok2 bom oleh 2 orang malaysia kita diam aja??Liat USA & INDIA waktu negaranya diserang BOM!!
Tito xxx | tito.titoxxx@gmxxx.com| 2009-07-19 00:49:03
Bukan politis ataupun id

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler