Mousavi Bentuk Partai Baru Lawan Ahmadinejad
Tim Liputan 615/07/2009 12:32
Liputan6.com, Tehran: Pemimpin partai oposisi, Mir Hossein Mousavi akan membentuk partai politik baru di Iran. Mousavi juga mengungkapkan akan mencari cara yang aman untuk melanjutkan misi kampanyenya melawan pemerintahan Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Namun Mousavi tak menjelaskan lebih lanjut langkah-langkahnya.
Menurut Ali Reza Behesti seperti dilansir Associated Press, Mousavi berencana mengadakan serangan politik setelah membentuk partai baru.
"Serangan ini untuk memperjuangkan demokrasi Iran di bawah payung Islam. Mousavi juga berencana mencari dukungan partai lain untuk membantu serangan." katanya.
Mousavi mengklaim dirinya sebagai pemenang pemilu tanggal 12 Juni lalu, dan kemenangan Ahmadinejad tidaklah sah. Beberapa pendukung Mousavi juga berdemostrasi setelah Ahmadinejad dikukuhkan sebagai presiden Iran. Hasilnya, seperti dirilis msnbc.com, ratusan pendukung Mousavi ditangkap dan 20 lainnya tewas. Walau begitu, Ayatollah Ali Khamenei, Jaksa Agung Iran tetap mengklaim bahwa hasil pemilu itu sah.
Mousavi juga bertemu dengan Mahdi Karroubi, calon presiden dalam pemilu lalu, dan mantan presiden Mohammad Khatami yang juga mendukung rencana serangan ini. Partai National Confidence pimpinan Karroubi dan Association of Combatant Cleric, juga milik Khatami, akan bergabung dengan partai baru Mousavi. Selain itu, Mousavi juga akan mencari dukungan dengan berkotbah saat salat Jumat. (VIN)
Menurut Ali Reza Behesti seperti dilansir Associated Press, Mousavi berencana mengadakan serangan politik setelah membentuk partai baru.
"Serangan ini untuk memperjuangkan demokrasi Iran di bawah payung Islam. Mousavi juga berencana mencari dukungan partai lain untuk membantu serangan." katanya.
Mousavi mengklaim dirinya sebagai pemenang pemilu tanggal 12 Juni lalu, dan kemenangan Ahmadinejad tidaklah sah. Beberapa pendukung Mousavi juga berdemostrasi setelah Ahmadinejad dikukuhkan sebagai presiden Iran. Hasilnya, seperti dirilis msnbc.com, ratusan pendukung Mousavi ditangkap dan 20 lainnya tewas. Walau begitu, Ayatollah Ali Khamenei, Jaksa Agung Iran tetap mengklaim bahwa hasil pemilu itu sah.
Mousavi juga bertemu dengan Mahdi Karroubi, calon presiden dalam pemilu lalu, dan mantan presiden Mohammad Khatami yang juga mendukung rencana serangan ini. Partai National Confidence pimpinan Karroubi dan Association of Combatant Cleric, juga milik Khatami, akan bergabung dengan partai baru Mousavi. Selain itu, Mousavi juga akan mencari dukungan dengan berkotbah saat salat Jumat. (VIN)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
