Berjuang untuk Kemandirian Persenjataan  

Wira Respati dan Anto Susanto
14/07/2009 22:51
Liputan6.com, Jakarta: Sekelumit sejarah TNI-AL dituangkan dalam kisah perjalanan hidup Laksamana TNI (Purn) Sumardjono dalam buku biografi setebal 332 Halaman. Peluncurannya dilaksanakan Selasa (13/7) malam.

Kemandirian menjadi nilai yang dikemukakan Sumardjono, khususnya saat dirinya menjadi Kasal (2007-2008) saat ia dituntut meningkatkan kemampuan TNI-AL sementara keuangan negara tidak sepenuhnya mendukung. Karena itu ia mulai menginstruksikan jajarannya untuk selalu melakukan transfer teknologi dalam setiap pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan selalu menanamkan pemikiran bahwa ini adalah pengadaan alutsista terakhir. Ia juga mulai melibatkan pihak swasta dalam negeri dalam pengadaan alutsista.

Transfer teknologi dianggap paling memungkinkan. Dengan konsep strategis dan komitmen yang konsisten, hal ini dapat diwujudkan. "Sistem pertahanan suatu negara akan kuat jika ditopang dengan industri pertahanan nasional yang kuat. Karenanya perlu kemandirian yang kuat pula," katanya.

Dalam sambutannya KASAL TNI Tedjo Edhy Purdijatno SH menambahkan, upaya Sumardjono merintis kemandirian telah mulai direalisasikan. Misalnya, kerjasama pengadaan alusista dengan Cina, penandatanganan kerjasama pengadaan alusista tidak sebatas belanja tapi diiringi transfer teknologi.

Seterusnya di hadapan Menristek Kusmayanto Kadiman dan Menhan Juwono Sudarsono, KASAL berharap BPPT dan Dephan dapat membantu PT.PAL mengembangkan prototipe alutsista yang ada dalam rangka mewujudkan kemandirian yang dicita-citakan.

Menhan sendiri menyambut positif semangat kemandirian yang diusung, namun upaya itu masih membutuhkan perjuangan panjang. Terlebih, fokus kabinet indonesia bersatu masih berkisar pada ekonomi dan kesejahteraan. "Polhukam belum prioritas utama, hanya mendapat porsi 25 persen dari anggaran. Dan tahun-tahun mendatang minimum budget ini masih diberlakukan untuk polhukam," kata Juwono.

Terlepas dari itu, Menhan menilai sosok Sumardjono yang juga mantan ajudan presiden Soeharto d iujung pemerintahan Orde Baru itu sebagai sosok perwira yang santun berwibawa, dan tegas. (YUS)


adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share
Sent from Indosat Blackberry powered by  

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler