Penembak di Freeport Gunakan Peluru Pindad
Achmad Yani13/07/2009 22:46
Liputan6.com, Jayapura: Peluru yang digunakan penembak tak dikenal di area operasional PT Freeport Indonesia di Papua diduga buatan PT Pindad yang sudah dimodifikasi. Menurut Direktur Reserse dan Kriminal Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Polisi Bambang Rudi, Senin (13/7), proyektil peluru yang ditemukan itu dibuat khusus dari baja dilapis bahan kuningan sehingga mudah menembus baja.
Dijelaskan Bambang Rudi, polisi sudah meminta keterangan tiga orang saksi dalam insiden pertama di mil 53 yang menewaskan salah seorang karyawan PT Freeport, Drew Nicholas Grant. Ketiga saksi itu adalah Lia Madandan, Maju Pandjaitan, dan Luke Jon Biggs. Saat peristiwa nahas itu terjadi mereka berada dalam satu kendaraan dengan korban. Ketiganya mengaku tak melihat dengan jelas pelaku karena saat itu cuaca berkabut.(ANTARA/YUS)
Dijelaskan Bambang Rudi, polisi sudah meminta keterangan tiga orang saksi dalam insiden pertama di mil 53 yang menewaskan salah seorang karyawan PT Freeport, Drew Nicholas Grant. Ketiga saksi itu adalah Lia Madandan, Maju Pandjaitan, dan Luke Jon Biggs. Saat peristiwa nahas itu terjadi mereka berada dalam satu kendaraan dengan korban. Ketiganya mengaku tak melihat dengan jelas pelaku karena saat itu cuaca berkabut.(ANTARA/YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
