Ketua DPD Golkar Yogyakarta Tolak Munaslub
Ferry Aditri11/07/2009 16:12
Liputan6.com, Yogyakarta: Usulan menggelar musyawarah nasional luar biasa atau munaslub membuat geram Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Yogyakarta Gandung Pardiman. Secara tegas, Gandung menolak munaslub tanpa alasan jelas. Jebloknya perolehan suara calon presiden Jusuf Kalla dalam hitung cepat berbagai lembaga survei, menurut Gandung, lebih karena kader partai yang tidak solid. "Mengapa kita bicara munaslub dan sebagainya. Hasil Pileg DPR aja belum dilantik. Artinya konsolidasi masih panjang," ujar Gandung di Yogyakarta, Sabtu (11/7).
Wacana munaslub usai pilpres, khususnya setelah penghitungan cepat menunjukkan perolehan calon presiden Jusuf Kalla jeblok, memang merebak dan menjadi polemik di tubuh Golkar. Fungsionaris partai beringin di Jawa Tengah, mendesak munaslub segera digelar pada Agustus mendatang [baca: Fungsionaris Golkar Jateng Desak Munaslub].
Sementara DPD Golkar Sulawesi Selatan menolak munaslub. Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Ilham Arif Sirajuddin mengatakan, kader yang mewacanakan munaslub adalah orang-orang yang tidak menghargai jasa dan keberanian JK sebagai simbol partai untuk maju di pilpres [baca: Golkar Sulsel Tolak Munaslub].(ZAQ/ANS)
Wacana munaslub usai pilpres, khususnya setelah penghitungan cepat menunjukkan perolehan calon presiden Jusuf Kalla jeblok, memang merebak dan menjadi polemik di tubuh Golkar. Fungsionaris partai beringin di Jawa Tengah, mendesak munaslub segera digelar pada Agustus mendatang [baca: Fungsionaris Golkar Jateng Desak Munaslub].
Sementara DPD Golkar Sulawesi Selatan menolak munaslub. Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Ilham Arif Sirajuddin mengatakan, kader yang mewacanakan munaslub adalah orang-orang yang tidak menghargai jasa dan keberanian JK sebagai simbol partai untuk maju di pilpres [baca: Golkar Sulsel Tolak Munaslub].(ZAQ/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
