Tim Sukses JK-Win Endus Kecurangan
Arofah Supandi11/07/2009 07:15
Liputan6.com, Jakarta: Tim sukses pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Jusuf Kalla-Wiranto menduga adanya kecurangan dalam pemilihan presiden 8 Juli silam. Soalnya perolehan suara pasangan yang disokong Partai Golongan Karya dan Partai Hati Nurani Rakyat ini tidak signifikan. Bahkan disinyalir adanya upaya sistematis menghambat dukungan suara terhadap JK-Win.
Dugaan itu mengemuka dalam rapat evaluasi pilpres di Posko Slipi 2 di kediaman JK di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/7) malam. Tim sukses JK-Win mengaku indikasi kecurangan terlihat dari perolehan suara yang umumnya tidak mencapai 20 persen. Ada empat poin dibahas dalam rapat. Yaitu soal daftar pemilih tetap, pelanggaran dan kecurangan, tindak pidana, serta perubahan suara pasangan JK-Win.
Di Tanjungpriok, Jakarta Utara, misalnya. Perolehan suara di sana yang umumnya warga Makassar, Sulawesi Selatan, sangat kecil. Tidak ada satu pun Tempat Pemungutan Suara (TPS) di sana yang dimenangkan JK-Win.
Sementara soal adanya pihak Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar yang menjadi tim sukses duet capres dan cawapres Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, tim sukses JK-Win sudah mendengar hal itu dan tengah diproses. Tapi persoalan itu tak akan dibahas pada tim sukses. Pasalnya masalah ini internal partai berlambang Pohon Beringin.
Sejauh ini tim sukses JK-Win masih menginventarisir semua laporan yang diterima, baik dari daerah maupun pusat mengenai adanya pelanggaran atau kecurangan pilpres. Nantinya jika dugaan terbukti, mereka mengancam enggan menandatangani hasil akhir pilpres, 27 Juli nanti.(AIS)
Dugaan itu mengemuka dalam rapat evaluasi pilpres di Posko Slipi 2 di kediaman JK di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/7) malam. Tim sukses JK-Win mengaku indikasi kecurangan terlihat dari perolehan suara yang umumnya tidak mencapai 20 persen. Ada empat poin dibahas dalam rapat. Yaitu soal daftar pemilih tetap, pelanggaran dan kecurangan, tindak pidana, serta perubahan suara pasangan JK-Win.
Di Tanjungpriok, Jakarta Utara, misalnya. Perolehan suara di sana yang umumnya warga Makassar, Sulawesi Selatan, sangat kecil. Tidak ada satu pun Tempat Pemungutan Suara (TPS) di sana yang dimenangkan JK-Win.
Sementara soal adanya pihak Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar yang menjadi tim sukses duet capres dan cawapres Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, tim sukses JK-Win sudah mendengar hal itu dan tengah diproses. Tapi persoalan itu tak akan dibahas pada tim sukses. Pasalnya masalah ini internal partai berlambang Pohon Beringin.
Sejauh ini tim sukses JK-Win masih menginventarisir semua laporan yang diterima, baik dari daerah maupun pusat mengenai adanya pelanggaran atau kecurangan pilpres. Nantinya jika dugaan terbukti, mereka mengancam enggan menandatangani hasil akhir pilpres, 27 Juli nanti.(AIS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
