Gonjang-ganjing di Tubuh Beringin
Tim Liputan 6 SCTV10/07/2009 19:46
Liputan6.com, Jakarta: Perolehan suara pasangan Jusuf Kalla-Wiranto dalam hitung cepat atau quick count yang dilakukan enam lembaga survei menempatkan jago Partai Golkar dan Hanura tersebut di posisi ketiga atau terakhir dalam pemilihan presiden, yaitu sekitar 11 sampai 13 persen.
Lalu ke manakah suara simpatisan Golkar? Hasil exit poll lembaga survei Cirus yang bekerja sama dengan SCTV menunjukkan hanya sekitar 56 persen yang memilih Jusuf Kalla sebagai calon presiden. Sementara 28,87 persen beralih ke pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono dan 6,69 persen ke Megawati Sukarnoputri-Prabowo Subianto.
Dengan hasil ini, Golkar seakan terpecah. Ada yang ingin merapat ke Partai Demokrat yang menguasai pemerintahan. Ada pula yang ingin menjadi oposisi. Wacana musyawarah nasional luar biasa (munaslub) untuk melengserkan Jusuf Kalla sebagai ketua umum Partai Golkar pun digulirkan.
Freddy Latumahina mengatakan, saat ini yang perlu dilakukan Golkar adalah konsolidasi dan evaluasi. "Ini perlu karena dalam keadaan kalah, moral perjuangan partai runtuh," kata fungsionaris Golkar itu dalam dialog di Liputan 6 Petang, Rabu (10/7).
Fahmi Idris, ketua tim pemenang JK-Win, sependat dengan yang dikatakan Freddy. "Instansi partai yang bisa memutuskan, dalam hal ini Rapimnas, bagaimana bentuk konsolidasi, evaluasi, dan sebagainya." ucap Fahmi. Untuk selengkapnya, saksikan video Liputan 6 Petang.(BOG/VIN)
Lalu ke manakah suara simpatisan Golkar? Hasil exit poll lembaga survei Cirus yang bekerja sama dengan SCTV menunjukkan hanya sekitar 56 persen yang memilih Jusuf Kalla sebagai calon presiden. Sementara 28,87 persen beralih ke pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono dan 6,69 persen ke Megawati Sukarnoputri-Prabowo Subianto.
Dengan hasil ini, Golkar seakan terpecah. Ada yang ingin merapat ke Partai Demokrat yang menguasai pemerintahan. Ada pula yang ingin menjadi oposisi. Wacana musyawarah nasional luar biasa (munaslub) untuk melengserkan Jusuf Kalla sebagai ketua umum Partai Golkar pun digulirkan.
Freddy Latumahina mengatakan, saat ini yang perlu dilakukan Golkar adalah konsolidasi dan evaluasi. "Ini perlu karena dalam keadaan kalah, moral perjuangan partai runtuh," kata fungsionaris Golkar itu dalam dialog di Liputan 6 Petang, Rabu (10/7).
Fahmi Idris, ketua tim pemenang JK-Win, sependat dengan yang dikatakan Freddy. "Instansi partai yang bisa memutuskan, dalam hal ini Rapimnas, bagaimana bentuk konsolidasi, evaluasi, dan sebagainya." ucap Fahmi. Untuk selengkapnya, saksikan video Liputan 6 Petang.(BOG/VIN)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
