Korut Dituduh Lancarkan Serangan di Dunia Maya

Zaky Muzakir
09/07/2009 13:32
Liputan6.com, Seoul: Korea Utara (Korut) beberapa kali membuat panas kawasan semenanjung Korea dengan menembakkan rudal. Negara itu disebut-sebut merentas (hack) sejumlah situs web pemerintah Korea Selatan dan Amerika Serikat. Situs web lain non-pemerintah seperti bank dan web portal di kedua negara juga dilaporkan terserang perentas dari Korut. Informasi diungkapkan Dinas Rahasia Korea Selatan kepada Komite Intelijen Parlemen di Seoul, Korsel, Rabu (8/7).

Serangan terhadap situs web di AS dimulai pada 4 Juli silam, atau bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Negeri Paman Sam. Direktur Analisis Asia Timur dari Stratfor Rodger Baker juga mengatakan, tanggal mulai serangan adalah juga hari ulang tahun kematian pendiri Korut Kim Il Sung.

Memang, serangan cyber ini bisa dilacak dan menunjuk Korut sebagai wilayah asal. Namun serangan tak bisa dikatakan dilakukan oleh pemerintah Korut. Bahkan, pengamat dari SecureITExperts Mark Rasch yakin, serangan tidak dilakukan oleh sebuah organisasi setingkat negara. "Ini bukan ulah anak-anak iseng. Di sisi lain, ini juga bukan hasil kerja serangan yang disponsori negara," kata Rasch.

Sementara pengamat lain mengungkapkan kemungkinan serangan di dunia maya ini dilakukan pemerintah Korut masih terbuka. Di antaranya adalah pakar teknologi informasi asal Swedia, Andre Rickardsson. "Korut adalah negara yang meluncurkan roket dan membangun senjata nuklir, jadi kenapa mereka tidak membangun virus komputer? Tak sulit juga membuatnya," ucap Rickardsson.

Pendapat serupa diungkapkan analis pertahanan dari International Institute of Strategic Studies Andrew Brookes di London, Inggris. Menurut Brookes, Korut tak bisa melawan Barat hanya dengan taktik militer konvensional seperti menyiapkan pasukan tentara angkata darat, udara, dan laut. Serangan tersebut merupakan pilihan yang jauh lebih murah.

Selama ini, Korut tidak diketahui menguasai teknologi informasi (TI). Namun, profesor Dongguk University, Seoul, Kim Yong-hyun mengatakan, bisa jadi Korut menguasai TI yang canggih. Sebab, pemimpin pemerintah Korut Kil Jong Il sempat memfokuskan penguasaan TI untuk mengatasi masalah kesulitan ekonomi. Kim Jong Il bahkan pernah menyatakan, tak menggunakan komputer adalah salah satu dari tiga kebodohan utama di Abad ke-21. Dua kebodohan lainnya adalah merokok dan mereka yang tak mengapresiasi musik.

"Bila terbukti pemerintah Korut berada di balik serangan ini, ini bisa berarti Korut mencoba menunjukkan pada AS dan Korsel bahwa mereka tak hanya memiliki kekuatan militer, tapi juga kekuatan TI yang mampu melumpuhkan (situs web) fasilitas kunci (kedua negara)," ucap Kim.

Sementara Partai Demokrat sebagai partai oposisi menuduh informasi intelejen ini sengaja disebarkan sebagai taktik pemerintah Korsel untuk menggalang dukungan publik menyusul rancangan undang-undang (RUU) Antiterorisme yang tertunda berbulan-bulan di National Assembly. Pihak oposisi khawatir, pengesahan RUU Antiterorisme bisa memberikan kekuasaan berlebih sehingga bisa leluasa melanggar hak asasi manusia.(AND/Reuters)


adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video