Tari Barong Landung, Perpaduan Bali-Tionghoa
Putu Setiawan06/07/2009 08:55
Liputan6,com, Denpasar: Indonesia menyimpan sejuta kebudayaan termasuk seni tari. Dengan jumlah tarian yang banyak, boleh dibilang masyarakat belum umum dengan jenis tarian seperti tari Barong Landung, Senin (6/7). Tari asal Bali ini menunjukkan perkawinan dua budaya, Bali dan Tionghoa.
Tari yang diiringi gamelan tradisional Bali alias Bleganjur ini menggunakan Barong Landung berwujud boneka raksasa. Barong setinggi 2,5 meter tersebut ditarik oleh empat penari pria. Sementara itu, Barong mempunyai dua wujud. Seorang pria bertubuh dan berwajah hitam, mewakilkan Raja Jaya Pangus dari Kerajaan Balingkang. Dan seorang perempuan cantik keturunan Tionghoa perwujudan Putri Kang Cing Wei.
Bagi warga Bali, Tari ini dipercaya dapat membawa keselamatan bagi manusia dan alam semesta.Pementasan tari ini dilakukan dengan cara diarak keliling Taman Budaya Denpasar dan hanya digelar saat tertentu saja. Atraksi ngulek alias kekebalan senjata tajam juga ikut mengiringi pementasan tari sakral itu.(ASW/ANS)
Tari yang diiringi gamelan tradisional Bali alias Bleganjur ini menggunakan Barong Landung berwujud boneka raksasa. Barong setinggi 2,5 meter tersebut ditarik oleh empat penari pria. Sementara itu, Barong mempunyai dua wujud. Seorang pria bertubuh dan berwajah hitam, mewakilkan Raja Jaya Pangus dari Kerajaan Balingkang. Dan seorang perempuan cantik keturunan Tionghoa perwujudan Putri Kang Cing Wei.
Bagi warga Bali, Tari ini dipercaya dapat membawa keselamatan bagi manusia dan alam semesta.Pementasan tari ini dilakukan dengan cara diarak keliling Taman Budaya Denpasar dan hanya digelar saat tertentu saja. Atraksi ngulek alias kekebalan senjata tajam juga ikut mengiringi pementasan tari sakral itu.(ASW/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
